Tag: sketsa unsoed

KE MANA HILANGNYA DEMOKRASI?
PANTUN, SASTRA

KE MANA HILANGNYA DEMOKRASI?

Oleh: Firliana Indah Safira* Ilustrasi: Alil Saputra Tanah berlereng mudah erosi Membuat warganya perlu siaga Indonesia negara berdemokrasi Tapi sayang hanya sebatas nama   Legitnya potret masakan kakap Terasa menggugah di lidah manis Rakyat proletar terdiam senyap Terbiasa jadi tawaan borjuis   Ketuk terdengar pada sebuah pintu Dibukakan rupanya ada manusia Sungguh bejat para wakil rakyat itu Banyak bergaya, kerja tak nyata   Ke pasar malam membeli arumanis Jajanan ini terbilang familiar Bercita-cita mengonsep demokratis Namun banyak suara enggan didengar   Kilatan petir meraung cepat Hujan turun mengaliri bumi Bukankah kita bebas berpendapat? Lantas kenapa masih dibatasi   Berdikari kokoh pohon cemara Potretnya indah menyejukkan hati Hendak bagaimana c...
Kadrun dan Kadrin
CERPEN

Kadrun dan Kadrin

Oleh : Afifah Dwi Marhaeni Ilustrasi: Rofingatun Hamidah Di sebuah desa yang tak perlu disebutkan namanya, hidup lah dua kakak beradik, Kadrun dan Kadrin. Layaknya kakak beradik pada umumnya, mereka  saling berbagi, bergurau, mengobrol, dan berkeluh kesah, juga sering terlibat perdebatan, pertengkaran, perebutan, bahkan persaingan Mereka bukan anak kembar. Kadrun lahir dua tahun terlebih dahulu dari Kadrin. Namun bapaknya memberi nama keduanya demikian, katanya, biar gampang.  Keduanya bukan saudara yang terbilang akrab, bukan pula saudara yang tengah bermusuhan. Mereka menjalani kehidupan selayaknya kehidupan kakak beradik pada umumnya. Tahun ini, Kadrun memasuki usianya yang ke-30, namun ia belum kunjung menikah. Pun dengan Kadrin yang masih betah menjalani...
Ayah Merantau ke Luar Angkasa
CERPEN, SASTRA

Ayah Merantau ke Luar Angkasa

Oleh: Wisnu Sumarwan* “Ayahmu sedang merantau, Nak....” “Untuk apa merantau, Bu?” “Untuk pulang lagi nanti, Nak....” Ibu berbisik padaku di suatu malam sunyi pekat seperti kopi tubruk yang kini sudah dingin di meja menyisakan ampas-ampas getir di dasar gelas. Aku ingin bertanya lagi sebenarnya. Tapi, waktu itu aku masih terlalu kecil untuk bisa memahami perkataan ibuku. Jika hanya untuk pulang lagi, mengapa tidak pulang sekarang saja? Apakah ia tak mau bertemu denganku seperti aku yang begitu ingin bertemu dengannya? Sejak aku lahir, aku tak pernah melihat raut wajahnya. Bahkan fotonya tidak ada. Aku ingin bertemu ayahku. Semua teman-temanku punya ayah. Mengapa aku tidak? “Ayah merantau kemana, Bu?” tanyaku suatu ketika yang lain. “Kau lihat itu?” ibuku menunjuk ke luar jendela. Tam...
Obat Pembasmi Hoaks
KESKETSAAN, OPINI

Obat Pembasmi Hoaks

Oleh: Mustiyani Dewi Kurniasih* Hoaks adalah bibit penyakit dalam sistem komunikasi massa. Layaknya virus yang menyebar sangat cepat melalui udara, hoaks menyebar cepat melalui jaringan internet, juga bisikan mulut ke mulut. Cara penularannya pun sangat gampang, hanya dengan sekali klik, seperti berbisik-bisik. Lebih parahnya, hoaks bisa diciptakan siapa saja yang terhubung dengan internet. Lalu, bagaimana cara membasminya? Atau, minimal, bagaimana agar kita tidak membantu penyebarannya? Skeptis adalah cara yang cukup efektif untuk itu, apalagi jika didukung dengan minat baca yang tinggi. *** Saya bingung ketika teman-teman seruangan menyuruh saya menyebutkan nama-nama ikan. “Maksude apa, sih?” jawab saya dengan dialek Banyumasan. Bukannya menjawab tanya, mereka malah tertawa terbahak s...