Tag: Opini

Memberi Makanan atau Hadiah kepada Dosen Penguji saat Sidang Skripsi, Apakah Hal yang Wajar?
OPINI

Memberi Makanan atau Hadiah kepada Dosen Penguji saat Sidang Skripsi, Apakah Hal yang Wajar?

Oleh : Zaki Zulfian Ilustrasi: Sri Hari Yuni Rianti Setiap mahasiswa yang mengambil program  sarjana pasti akan menemui yang namanya sidang skripsi. Sidang skripsi merupakan ujian terbuka guna mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Sidang skripsi merupakan langkah paling akhir setelah mahasiswa melewati beberapa tahun masa perkuliahan dan menghabiskan waktu dalam penyusunan karya ilmiah atau skripsi. Tak jarang para mahasiswa merasa tegang dan cemas ketika melaksanakan sidang skripsi karena mereka akan mempresentasikan karya ilmiah yang telah mereka buat di depan para dosen penguji. Salah satu budaya yang mengakar ketika mahasiswa melakukan sidang skripsi adalah memberi makanan atau hadiah kepada para dosen penguji. Hal tersebut mengundang masalah di kalang...
Stigma Sifat Feminis pada Pria Metroseksual
OPINI

Stigma Sifat Feminis pada Pria Metroseksual

Oleh: Nurul Irmah Agustina Ilustrasi : Nilta Maya Shofa Dahulu maskulinitas pada diri seorang pria digambarkan dengan ciri-ciri gagah, berotot, berani, dan tegas. Namun, perubahan dan perkembangan zaman membentuk pandangan baru terhadap maskulinitas berupa gaya hidup metroseksual. Metroseksual bisa diartikan sebagai pria heteroseksual yang memiliki kecenderungan untuk merawat diri serta penampilannya secara telaten. Mereka digambarkan sebagai pria yang berkulit mulus, berambut rapi, dan berpakaian stylish. Hal ini yang memunculkan stereotip baru dan stigma tertentu mengenai konsep maskulinitas pada pria metroseksual. Stigma terhadap pria metroseksual yang mencerminkan gaya hidup goodlooking dan narsisme, terkadang dianggap negatif, terutama karena asosiasinya dengan sifat feminin...
Rendahnya Minat Baca di Indonesia dan Tumbuhnya Gerakan-Gerakan Literasi
OPINI

Rendahnya Minat Baca di Indonesia dan Tumbuhnya Gerakan-Gerakan Literasi

Oleh: Zahra Nurfitri Laila Ilustrasi: Linggar Putri Pambajeng Buku adalah jendela dunia. Entah sudah berapa ribu kali saya membaca slogan tersebut di poster-poster yang ditempel di perpustakaan serta dinding sekolah. Guru-guru serta orang tua rasanya tak pernah berhenti menjelaskan makna dari slogan tersebut. Mereka menerangkan betapa pentingnya kegiatan membaca bagi kehidupan kita maupun masa depan bangsa. Setelah saya memasuki dunia kuliah pun tak ada yang berubah. Para dosen menganjurkan mahasiswanya untuk rajin membaca. Selain untuk menambah wawasan, rekomendasi ini juga ditujukan agar para mahasiswa mendapat rujukan penulisan tugas akhir. Pengalaman hidup tersebut tentu membuat saya bingung ketika saya mendapati bahwa persentase minat baca di Indonesia masihlah rendah. Dilan...
TikTok Shop Menghancurkan Penjualan Lokal
OPINI

TikTok Shop Menghancurkan Penjualan Lokal

Oleh: Mar’atul Mu’ayadah Ilustrasi: April Melani TikTok merupakan aplikasi asal Tiongkok yang berisi cuplikan video pendek dari para konten kreator. Di Indonesia sendiri, TikTok telah menjadi salah satu media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat. Laporan firma riset Statista menunjukkan bahwa jumlah pengguna aplikasi satu ini di Indonesia mencapai 113 juta per April 2023. Hal ini membuktikan bahwa aplikasi TikTok sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Terkenalnya TikTok di masyarakat membuat banyak konten kreator mulai mempromosikan produk milik mereka sendiri. Konten kreator juga bisa melakukan endorse sebuah produk. Tampilan yang menarik serta durasi yang pendek membuat banyak orang mulai tertarik dengan produk yang dipromosikan. Promosi dengan menggunakan...
Program Kerja Carut Marut, Rapat Sampai Larut
ARTIKEL, OPINI

Program Kerja Carut Marut, Rapat Sampai Larut

Oleh: Rizka Noviana Eka Mulyaningsih Illustrasi: Sri Hari Yuni Riyanti Organisasi dan kehidupan kampus merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mahasiswa seringkali didorong untuk mengikuti kegiatan di luar akademik sebagai sarana  belajar, salah satunya adalah melalui organisasi. Bahkan beberapa fakultas di Universitas Jenderal Soedirman sendiri telah menetapkan kebijakan Sistem Kredit Poin (SIPO) yang mewajibkan mahasiswa untuk mencapai poin keaktifan kegiatan di luar pembelajaran. Dengan mengikuti organisasi, mahasiswa berekspektasi bisa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri, memperluas wawasan, memperbesar lingkar pertemanan atau bahkan kesempatan untuk menunjukan minat dan bakatnya di bidang tertentu. Setelah mendapat dorongan-dorongan berupa SIPO maupun bua...
Menggugat Tradisi Jurit Malam: Mengapa Ospek Kampus Perlu Diubah
OPINI

Menggugat Tradisi Jurit Malam: Mengapa Ospek Kampus Perlu Diubah

Oleh: Afif Fadhilah Iftiar Ilustrasi: April Melani Tradisi ospek kampus telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman mahasiswa baru di berbagai institusi pendidikan tinggi. Dalam konteks ini, salah satu aspek yang sangat kontroversial adalah jurit malam atau sebuah kegiatan yang sering kali terjadi tengah malam, yang mana mahasiswa baru dibangunkan, diberi intimidasi, dan diharuskan menjalani petualangan yang kadang memalukan di hutan atau persawahan. Dalam artikel ini, saya akan merenungkan pengalaman pribadi saya mengenai jurit malam, yang mengundang pertanyaan mendalam tentang tujuan dan relevansi dari tradisi semacam ini dalam dunia pendidikan yang semakin modern. Berdasarkan pengalaman pribadi, jurit malam menimbulkan ketidaknyamanan dan mengajukan pertanyaan kritis ...
Toxic Masculinity dan Budaya yang Berkembang
ARTIKEL, OPINI

Toxic Masculinity dan Budaya yang Berkembang

Oleh: Marcellia Eki Christine Ilustrasi: Sri Hari Yuni Riyanti Toxic Masculinity  bisa dikatakan sebagai budaya yang diturunkan oleh nenek moyang sebagai salah satu produk patriarki. Hal ini merujuk pada budaya dan kepercayaan yang salah pada masyarakat tentang sikap, sifat, dan perilaku yang seharusnya dimiliki serta ditunjukkan oleh laki-laki. Topik ini menjadi ramai diperbincangkan di media sosial akhir- akhir ini disebabkan oleh maraknya kampanye penggunaan skincare atau perawatan kulit yang tidak memandang gender juga diskusi tentang gender role atau peran suatu gender dalam masyarakat. Beberapa pihak dengan pikiran terbuka menyetujui ide tersebut, namun beberapa pihak justru menyanggahnya dengan mengatakan bahwa penggunaan skincare membuat laki-laki tidak lagi maskulin at...
Nepotisme Merajai Kehidupan Kampus
OPINI

Nepotisme Merajai Kehidupan Kampus

Oleh Inas Syarifah Ilustrasi: April Melani Sudah ada banyak mulut berbicara mengenai apa itu nepotisme dan bagaimana praktiknya di dunia kampus. Namun, topik ini seringkali hanya lewat sebagai bacaan semata dan segera keluar dalam beberapa saat, tak diindahkan sama sekali hingga kini merajai lingkungan kampus. Ormawa-ormawa kampus atau yang lebih sering disebut sebagai organisasi kemahasiswaan tidak perlu dipertanyakan lagi, rekrutmen anggota hingga pengambilalihan jabatan telah menjadi titik bagi nepotisme untuk membudaya. Bukan hanya ormawa, bahkan saya pernah mendengar dari seorang teman yang menjadi salah satu bagian kepanitiaan dari sebuah kompetisi besar di kampus bahwa dikatakan olehnya terdapat sejumlah tim kecil dipermudahkan dalam mengikuti kompetisi. Bila sudah begini, ta...
Mendobrak Status Quo, Melawan Keimanan
ARTIKEL, OPINI

Mendobrak Status Quo, Melawan Keimanan

Oleh: Faiz Maulida Ilustrasi: Sri Hani Yuni Rianti Hingga saat ini, plot-plot dramaturgi heroik di ruang hiburan publik selalu sarat dengan cerita yang pasti akan dimenangkan oleh kebaikan. Sejarah dunia penuh dengan berbagai cerita dimana kebaikan belum tentu menjadi pemenang, namun tidak jarang pula kebaikan justru akan menjadi akar bagi para pecundang abadi. Akhirnya, masalah baru mungkin muncul, apakah yang baik itu benar-benar baik? “Otoritarianisme dalam agama dan sains, apalagi politik, dapat semakin diterima bukan karena banyak orang mempercayainya, melainkan karena mereka secara individual merasa takut dan tidak berdaya.” Ungkapan Rollo May dalam bukunya Man’s Search for Himself yang mengisyaratkan jika kepatuhan adalah jalan bagi seorang individu agar merasa aman. Per...
Fenomena ‘Latah’ Akibat Media Sosial
ARTIKEL, OPINI

Fenomena ‘Latah’ Akibat Media Sosial

Oleh: Desi Fitriani* Ilustrasi: Nadya Salma Pengguna media sosial di Indonesia saat ini semakin bertambah seiring berkembangnya zaman. Menurut dataindonesia.id pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah tersebut terus meningkat tiap tahunnya. Tidak dapat dipungkiri, penyebaran berita ataupun sebuah tren akan menyebar begitu cepat akibat banyaknya masyarakat yang aktif dalam bermedia sosial. Hal tersebut tentunya akan meninggalkan dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bukan hanya dampak positif yang bisa dituai karena banyaknya masyarakat yang melek suatu hal baru di media sosial, tetapi dampak negatif yang ditimbulkan juga pasti ada. Apalagi banyak anak di bawah umur yang sekarang sudah bisa mengakses media sosial dengan ...