Tag: Indonesia

Jejak Perjalanan Perfilman Indonesia
BINGKAI, INFOGRAFIK

Jejak Perjalanan Perfilman Indonesia

Infografis: Linggar Putri Pambajeng Siapa yang tak mengenal film? Sebuah gambar bergerak yang kerap ditampilkan pada layar dan menarik jutaan orang untuk menyaksikannya. Film merupakan media audio-visual yang menggabungkan unsur naratif dan sinematik, begitu penjelasan dari Hiawan Pratista (2008). Tak hanya sebagai sarana hiburan, film sendiri dapat berfungsi sebagai media edukasi, informasi, bahkan menyebar propaganda. “Roundhay Garden Scene“ merupakan film pertama di dunia yang direkam selama dua detik di Leeds, Inggris pada tahun 1888. Lalu bagaimana dengan perjalanan awal film di bumi pertiwi? Sebelum film menjadi populer, orang-orang pada masa itu lebih dulu mengenal seni pertunjukan panggung.  Lalu di awal tahun 1900-an, istilah film lebih banyak disebut dengan “gambar id...
Pintu Besi
SAJAK, SASTRA

Pintu Besi

Oleh: Nurhidayat* Pintu besi baru saja terinstal pada sudut presisi Penuh kalkulasi, semua dikerjakan tukang las terakreditasi Pak tua yang sudah seharusnya dikremasi justru mencaci hasil produksi Kala menyiapkan lidah untuk mengkritisi Dadanya sesak terisi frustasi   Pergulatan sengit dalam isi pangkal uban, meski tak ada serapah tumpah Si Bangka protes perihal warna terlalu cerah “Warnanya terlalu menyala. Tak seperti besi tua,” keluhnya dengan sisa nafas orang tua yang payah   Mata pengelas mencelik, persis penis anak SD belum disunat yang dimain-mainkan Urat-urat merah di bagian putih mata mencekik orang tua yang renta beruban   Si pengelas enggan merevisi, dia hanya mau membuat yang terlihat gres Pengelas yang idealis berpikir dua menit lalu memb...
Pantun Hari Kemerdekaan
SAJAK, SASTRA

Pantun Hari Kemerdekaan

Oleh: Emerald Magma Audha* Ada udang di dalam bakwan Tersaji di setiap dukan Wahai Saudara, hai Kawan Ini Hari Kemerdekaan Culika melarat mendapat celaka Kakinya gempor dihantam popor Katanya ini negeri merdeka Pangan impor, tenaga kerja impor Bausuku bertelut pada tuanku Syahdan, ia bersujud serupa sayak Isu SARA masih saja laku Kebinekaan terancam koyak Ada ikan di ujung langit Ikan terbang, ikannya Indosiar Orang-orang saling sengit Asal menghujat, tak pakai nalar Wong-wong silih menggilas Lokika loka petaka di pestaka Banyak pejabat licik dan culas Banyak rakyat dikibuli mereka Lelap malam begitu syahdu Bulan dan bintang saling mengatas Laku KKN dijadikan candu Kekuasaan menjadi komoditas *Pegiat LPM Skëtsa Unsoed.
[Media Partner] Dipo Live In & Konferensi FGMMI
MEDIA PARTNER, PARIWARA

[Media Partner] Dipo Live In & Konferensi FGMMI

Dipo Live In, merupakan Live In pertama tingkat nasional di Indonesia yang dilaksanakan oleh internal BEM Universitas Diponegoro, Kementerian Sosial Masyarakat. Mahasiswa akan diajak berperan dalam pengabdian. Fokus permasalahan di titik beratkan pada bidang: Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi Masyarakat Dipo Live In dan Konferensi Forum Gerakan Mahasiswa Mengajar Indonesia (FGMMI) dihadiri sebanyak 100 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Diselenggarakan pada tanggal 19-21 Mei 2017 di Semarang dan Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Narahubung: Yuda (087711733077), Id Line: aryadunanta Catatan BU: Bagi pihak yang ingin mengajukan kerja sama media (Media Partner) diwajibkan untuk mengirimkan file proposal kegiatan ke email infosketsa@yahoo.com g...
Penonton: Tari Jaipong Tidak Kalah Bagus dengan Dance Korea
BANYUMASAN, BERITA

Penonton: Tari Jaipong Tidak Kalah Bagus dengan Dance Korea

PURWOKERTO–Tari Jaipong tidak kalah bagus dengan dance korea. “Suka Jaipong, nggak kalah sama dance korea,” ungkap Fira Nurul Awanda, salah satu penonton tasyakur Diesnat Jurusan Kimia (30/5). Meskipun Ia tidak tahu pasti asal Tari Jaipong, tetapi Ia tetap menyukainya. Bahkan, Ia berada pada baris kedua terdepan saat menonton penampilan Tari Jaipong yang dibawakan oleh Nyi Monik Enda Mustika. “Nari Jaipong suka aja, ngga tahu enak aja, bikin tenang,” ungkap Nyi Monik Enda Mustika saat diwawancarai mengenai Tari Jaipong. Gadis asal Dayeuhluhur, Cilacap itu mengaku telah mempelajari Tari Jaipong asal Sunda tersebut sejak kelas 3 SD. Meskipun demikian, ada bagian dari Tari Jaipong yang menurutnya sulit, yaitu mendak (posisi setengah berdiri). Diesnat Bertajuk “Ignite The Light” menampilka...
Pengkornya Demokrasi Indonesia
ARTIKEL, OPINI

Pengkornya Demokrasi Indonesia

Oleh : Supriono Ketika saya masih berseragam sekolah menengah, saya pernah bercakap-cakap dengan Pak Prap dikantornya. Beliau hanyalah seorang staf TU sekolah yang bukan guru tak tetap, apalagi civil servant. Beliau nampak sedikit menggerutu waktu itu, disambi menyeruput kopi hitamnya yang nampak pekat sekali, ia mengeluhkan upah jerih keringatnya yang payah tak mundhak, sedangkan pegaweane seng saya manak. Ia hanya menandaskan “Lha wong kabeh mau kebutuhan, kebutuhan uripya werna-werna,” jelasnya dalam bahasa jawa atau bisa diartikan “Lha semua itu kan kebutuhan, kebutuhan hidup ya macam-macam.” Kebutuhanlah yang mendorong manusia untuk mencukupi hidup dengan jalan apapun untuk masalah itu. Kebutuhan pula yang mendorong manusia menjadi homo homini lupus, mendorong manusia menjadi seri...