Kenaikan Harga BBM dari Era Soeharto sampai Jokowi

Infografik: Athalia Ardi Ramadhani

Pemerintah resmi menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite, Solar dan Pertamax mulai Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB. Sebenarnya, Joko Widodo bukan presiden pertama yang menaikkan harga BBM. Peristiwa kenaikan harga BBM sudah ada sejak zaman kepemimpinan Soeharto dan terus berlanjut hingga periode kedua masa kepemimpinan Joko Widodo. Tercatat Sejak masa Orde Lama hingga sekarang, hanya B. J. Habibie yang diketahui tidak pernah menaikkan harga BBM. Lantas, kapan saja peristiwa kenaikan BBM pernah terjadi?

1. Soeharto

Pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, kenaikan harga BBM terjadi sebanyak tiga kali. Pertama, harga BBM yang semula Rp150/liter mengalami kenaikan pada tahun 1991 menjadi Rp550/liter. Kedua, di tahun 1993 BBM kembali naik menjadi Rp700/liter. Terakhir, tahun 1998 BBM mengalami kenaikan kembali menjadi Rp1.200/liter.

2. Gus Dur

Di masa kepemimpinan Gus Dur, terjadi dua kali kenaikan harga BBM. Pada tahun 2000, harga BBM naik menjadi Rp1.150/liter. Kemudian di tahun 2001, Gus Dur kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp1.450/liter.

3. Megawati

Megawati menaikkan harga BBM sebanyak dua kali selama masa kepemimpinannya. Pertama, terjadi pada tahun 2002 yaitu dari harga Rp1.450/liter menjadi Rp1.550/liter. Kemudian, yang kedua di awal bulan Januari 2003, harga BBM naik menjadi Rp1.810/liter.

4. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Selama dua periode kepemimpinannya, SBY telah menaikkan harga BBM sebanyak tiga kali. Tahun 2003 yang awalnya harga BBM sekitar Rp1.810/liter, naik pada tahun 2005 menjadi Rp4.500/liter. Lalu, di tahun 2008 harga BBM kembali naik mencapai angka Rp6.000/liter.

Meski sempat mengalami penurunan pada tahun 2008 dan 2009 yang mencapai harga Rp4.500/liter, kenaikan kembali terjadi pada 2013 dan menyentuh harga Rp6.500/liter.

5. Joko Widodo (Jokowi)

Di masa kepemimpinan Jokowi,  pada tahun 2014 terjadi kenaikan harga BBM jenis Premium dan Solar. Premium yang awalnya berharga Rp6.500/liter naik menjadi Rp8.500/liter, kemudian Solar dari yang sebelumnya Rp5.500/liter naik menjadi Rp7.500/liter.

Kenaikkan harga BBM kembali diumumkan pada bulan Maret 2015, yaitu menjadi Rp7.300/liter untuk Premium dan Rp6.900/liter untuk Solar. Kemudian, pada tahun 2016,  terjadi penurunan harga BBM berjenis Premium dan Solar. Masing-masing menjadi Rp6.500/liter untuk Premium dan Rp5.150/liter untuk Solar.

Beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada 20 Januari 2018, Jokowi kembali menaikkan harga Pertalite menjadi Rp7.600/liter. Lalu, pada 24 Maret 2018 harga Pertalite kembali naik menjadi Rp7.800/liter. Terbaru, pada bulan September 2022 harga BBM kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pertalite naik dari Rp7.650/liter menjadi Rp10.000/liter, Solar dari Rp5.150/liter naik menjadi 6.800/liter, dan Pertamax naik dari Rp12.500/liter menjadi Rp14.500/liter.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Dominasi Film Horor: Strategi Aman Mengikuti Selera Pasar?

Penulis: Jeni Rindi Afriska Film kerap kali dibahas dalam perbincangan ringan antarteman, keluarga, maupun dijadikan sebagai…

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Penulis: Ryu Athallah Raihan A. Museum Wayang Banyumas Berdiri tenang di tengah kompleks pemerintahan, Museum Wayang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Unsoed dan Polda Jalin Kerja Sama, Kampus Tegaskan Tak Ada Intervensi Akademik

Unsoed dan Polda Jalin Kerja Sama, Kampus Tegaskan Tak Ada Intervensi Akademik

52 Hz

52 Hz

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penjajah Berdasi

Penjajah Berdasi