Hari Aksara Internasional

Infografik: Miftachul Janah

Setiap tanggal 8 September, masyarakat dunia memperingati hari ini sebagai Hari Aksara Internasional. Dilansir dari situs United Nations (UN), 8 September menjadi hari peringatan Aksara Internasional oleh UNESCO saat sesi ke-14 Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 26 Oktober 1966. Tujuan dari hari peringatan ini adalah untuk mengingatkan masyarakat internasional akan pentingnya melek aksara dan mengupayakan pemberantasan buta huruf.


Melihat pada kondisi saat ini, secara umum angka buta huruf berangsur menurun. Tingkat kesadaran melek literasi terus meningkat dan menjadi suatu pencapaian modern, terutama bagi masyarakat di Indonesia. Namun, angka buta huruf ini masih tetap ada, terutama di daerah yang mengalami kesulitan dalam mengakses informasi dan pendidikan.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka buta huruf tertunggi di Indonesia untuk usia 15 tahun ke atas pada tahun 2021 dipimpin oleh Provinsi Papua dengan persentase sebesar 21,11%. Meskipun begitu, angka ini sudah lebih rendah dari sebelumnya. Tahun 2021 merupakan angka buta huruf terendah dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, sebanyak 22,00% penduduk di Papua buta aksara. Di tahun berikutnya, yaitu pada tahun 2020 mengalami kenaikan 0,10% menjadi 22,10%.


Papua juga masih menjadi provinsi yang memiliki angka buta huruf tertinggi pada rentang usia 15-44 tahun. Tahun 2021 angka buta huruf mencapai 19,03%. Sama seperti pada rentang usia 15 ke atas, angka tersebut merupakan angka terendah dari dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, tercatat sebanyak 20,21% penduduk buta aksara. Sedangkan pada tahun 2020, penduduk buta aksara meningkat menjadi 20,38%.


Kemudian, persentase penduduk buta huruf tertinggi dengan rentang 45 tahun ke atas berada pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tahun 2021 menjadi presentase buta huruf tertinggi dengan mencapai 30,38%. Meski jika dibanding dengan Papua persentase ini sangat tinggi, namun untuk Nusa Tenggara Barat tahun 2021 menjadi persentase terendah di antara dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, persentase penduduk buta huruf mencapai 32,07%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 30,94%.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Penulis: Reny Diah Merriola Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banyumas Raya menggelar aksi tuntutan bertajuk “Dua…

Krisis JBI di Indonesia: Realitas dan Tantangan Aksesibilitas Tunawicara dan Tunarungu

Penulis: Dwi Santika Sukmaningrum Bahasa isyarat adalah bahasa yang berkembang dengan cara penyampaian menggunakan gerakan visual,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ngopi Bareng Rektor, Mahasiswa Unsoed Tagih Kejelasan Janji Rektorat

Ngopi Bareng Rektor, Mahasiswa Unsoed Tagih Kejelasan Janji Rektorat

Kisah Para Raja

Kisah Para Raja

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Prabowo-Gibran

Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Prabowo-Gibran

Belajar Memahami Perbedaan melalui Film Swapped

Belajar Memahami Perbedaan melalui Film Swapped