Oleh: Muhamad Ade Ravi Ilustrasi: Tsabita Ismahnanda P. Selepas-lepasnya diri menderma Basi sudah segala kerah yang terulur Hati yang bungah bahagia Bahu membahu Satu per satu Jiwa mereka yang merindukan asa Perlahan menemukan ruangnya Kala senyumku semerah mawar Mengapa kerasku enggan disua? Gerimis patahnya meluruhkan harap Janji lekat dalam atap yang hangat Meluap jauh tak kenal tuannya Lugu kugenggam beras yang perlahan habis Butir ke butir Mengalir Mencair Menjadi air Tandas tak bergilir Jemari yang tak mengerti, terkilir Janji yang sudi kutimang Tak kunjung jua dilerai Menyisakan sayatan luka Tak kunjung mesra Tebas lagi, tebas lagi Upaya semu kerap bertemu buntu Harap dalam yang dipujanya, terlupakan Diri tak lihai berbohong Mendidihkan paksa air mata Menggantungkan nasib di atas kepala Editor: Ryu Athallah Raihan