Aksi Indonesia (C)emas: Dari Purwokerto Menuju Puncak Tuntutan Nasional

Oleh: Rizqy Noorawalia F.

Aksi Indonesia (C)emas: Rezim Fasis Rakyat Menangis (17/10/2025) (beritaunsoed.com/Rizqy Noorawalia F.)
Aksi Indonesia (C)emas: Rezim Fasis Rakyat Menangis (17/10/2025) (beritaunsoed.com/Rizqy Noorawalia F.)

Aliansi mahasiswa dan masyarakat Banyumas menggelar aksi mimbar bebas di tengah guyuran hujan deras, Jumat (17/10/2025). Aksi ini dilakukan tepat satu tahun pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dalam aksi yang bertajuk “Indonesia (C)emas: Rezim Fasis Rakyat Menangis,” massa aksi menyuarakan evaluasi total kinerja pemerintahan pusat, serta mendesak direalisasikannya lima poin tuntutan nasional.

Koordinator Aksi, Jizdan, menjelaskan bahwa poin tuntutan ini merupakan “gelombang dari daerah.” Adapun “gelombang” yang dimaksud adalah aksi berkesinambungan yang dilaksanakan tiap-tiap daerah, salah satunya di Banyumas yang membawakan lima poin tuntutan utama.

Mahasiswa menyampaikan orasi (17/10/2025) (beritaunsoed.com/Rizqy Noorawalia F.)
Mahasiswa menyampaikan orasi (17/10/2025) (beritaunsoed.com/Rizqy Noorawalia F.)

“Pada hakikatnya tiap-tiap daerah telah melaksanakan aksi-aksi yang sama dan membawakan suatu inventarisasi poin tuntutan,” jelas Jizdan. Ia menambahkan, eskalasi tuntutan ini bertujuan agar lebih representatif dan didengar di tingkat nasional, yang puncaknya akan dilaksanakan dalam Aksi Nasional pada Senin, 20 Oktober 2025 mendatang.

“Terkait tuntutan yang kami bawakan setidak-tidaknya ada lima,” ujar Jizdan. Poin-poin tersebut antara lain: (1) desakan untuk mengembalikan ruang demokrasi yang telah rusak dan membubarkan komando teritorial; (2) menuntut pemerataan dana pendidikan dengan menjalankan alokasi 20% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); (3) menolak kerusakan lingkungan akibat Proyek Strategis Nasional dan menuntut pengembalian tanah masyarakat adat. Selain itu, massa aksi juga mendesak (4) realisasi janji 19 juta lapangan pekerjaan yang layak; dan (5) menuntut penolakan terhadap peningkatan dana tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan tegaknya supremasi hukum dari kriminalisasi aktivis.

Salah satu massa aksi menyuarakan aspirasi (17/10/2025) (beritaunsoed.com/Rizqy Noorawalia F.)
Salah satu massa aksi menyuarakan aspirasi (17/10/2025) (beritaunsoed.com/Rizqy Noorawalia F.)

Poin-poin tersebutlah yang mendorong mahasiswa dan elemen masyarakat Banyumas untuk turun ke jalan, menegaskan kembali hak mereka sebagai warga negara yang bersuara. David, salah satu massa aksi dari Universitas Wijayakusuma (UNWIKU) Purwokerto, menekankan pentingnya aksi tersebut sebagai simbol perlawanan rakyat. Ia menegaskan bahwa aksi harus terus dilayangkan kepada pemerintah. “Karena bahwasannya aksi seperti ini adalah sebuah simbol bahwa kita rakyat di sini tuh masih punya hak. Kita rakyat di sini tuh masih punya keinginan,” tegasnya.

Aksi mimbar bebas ini ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap yang merupakan hasil dari inventarisasi poin-poin tuntutan yang telah disepakati. Sebagai Koordinator Aksi, Jizdan berharap setiap aksi yang dijalankan dapat benar-benar didengar dan tuntutan yang dibawakan dapat diimplementasikan dengan baik. “Harapannya sebenarnya setiap agenda-agenda aksi yang dijalankan pada akhirnya tidak dianggap suatu formalitas semata atau tidak dipandang sebagai bentuk-bentuk suara yang tidak ada artinya,” pungkasnya.

Reporter: Rizqy Noorawalia F., Miqda Al Auzai, Velen Candra Nadia, Milly Rizkiyana Pratiwi, M. Fatkhun Nafiq, Ferry Aditya

Editor: Miqda Al Auzai

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Refleksi Kebijakan untuk Banyumas yang Lebih Baik

Oleh: Hasna Nailah Ramadhani Sejumlah mahasiswa bersama elemen masyarakat Purwokerto mengadakan aksi Mimbar Bebas Banyumas Problematik…

Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Oleh: Artika Putri Kinanti Serangkaian pagelaran seni kembali digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-455 Kabupaten…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Mengenal Tokoh Bangsa dan Jejak Pengabdiannya di Museum Soesilo Soedarman

Mengenal Tokoh Bangsa dan Jejak Pengabdiannya di Museum Soesilo Soedarman

Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Refleksi Kebijakan untuk Banyumas yang Lebih Baik

Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Refleksi Kebijakan untuk Banyumas yang Lebih Baik

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Tambah Spot Nongkrong di Unsoed, Pringsewu Hadirkan Kandang Kopi di Fakultas Peternakan

Tambah Spot Nongkrong di Unsoed, Pringsewu Hadirkan Kandang Kopi di Fakultas Peternakan

Pemira 2025 Usai: Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Demokrasi Mahasiswa Masih Melekat

Pemira 2025 Usai: Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Demokrasi Mahasiswa Masih Melekat