Oleh: Ryu Athallah Raihan
Mahasiswa dari berbagai kampus di Banyumas menggelar seruan aksi bertajuk “Bangun Barisan Rakyat: Laksanakan Reforma Agraria Sejati!” dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2025 pada Rabu (24/09/2025). Aksi yang digelar di depan Menara Pandang Teratai Purwokerto ini diinisiasi oleh Front Mahasiswa Nasional (FMN) cabang Purwokerto, bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banyumas dan berbagai organisasi mahasiswa lainnya.
Koordinator aksi, Omeda, menjelaskan bahwa persiapan aksi dilakukan melalui diskusi publik di beberapa kampus serta konsolidasi pada malam sebelumnya. “Kemarin di beberapa kampus sudah menyelenggarakan beberapa diskusi publik yang memang temanya-temanya mengandung peringatan Hari Tani Nasional. Kemudian, tadi malam dilangsungkan konsolidasi sekaligus teklap (Teknik lapangan-red) untuk aksi pada siang sore hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, aksi kali ini diikuti mahasiswa dari tiga kampus, yakni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri. Jumlah peserta aksi relatif sedikit karena sebagian besar organisasi mahasiswa masih memiliki agenda internal, termasuk ospek universitas, audiensi, dan peringatan Dies Natalis.
Hujan deras yang mengguyur Purwokerto membuat massa aksi menghentikan kegiatan untuk sementara dan mencari tempat berteduh. “Kalau untuk teman-teman UMP sebetulnya sampai saat ini masih sedang berkumpul di kampus UMP. Nanti seharusnya otw, tapi berhubung ini hujan deras jadi mungkin belum bisa berangkat. Ada juga kawan-kawan dari Purbalingga yang sebenarnya mau berangkat ke Purwokerto, tapi hujan deras di sana membuat mereka batal berangkat,” tuturnya.
Melalui aksi ini, Omeda selaku koordinator lapangan berharap aksi peringatan Hari Tani Nasional kali ini dapat menjadi momentum untuk menjaga konsistensi gerakan mahasiswa di Purwokerto. Menurutnya, penting bagi mahasiswa untuk terus melaksanakan aksi, baik untuk memperingati momentum tertentu maupun merespons kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Ia juga berharap peserta aksi dapat memperluas wawasan tentang kondisi rakyat Indonesia, khususnya petani, sehingga memiliki lebih banyak alasan untuk terus berjuang sepanjang hidup. “Karena dengan pengetahuan, dengan informasi, dengan wawasan yang luas, kita menjadi lebih memiliki banyak alasan untuk terus berjuang seumur hidup,” tutupnya.
Aksi berakhir dengan bubarnya massa, mengingat hujan yang tak kunjung reda dan situasi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan. Para peserta kemudian mengemas perlengkapan aksi dan meninggalkan lokasi secara tertib.
Reporter: Ryu Athallah Raihan, Velen Candra Nadia
Editor: Helmalia Putri








