Peran Vital Bidan dalam Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Desain: Widyana Rahayu

Desain: Widyana Rahayu

Peran bidan sangat krusial dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, terutama dalam masa kehamilan, persalinan, dan perawatan pasca persalinan. Menurut WHO, bidan adalah tenaga kesehatan profesional yang terlatih memberikan pelayanan menyeluruh kepada perempuan dan bayi baru lahir, termasuk dalam perencanaan Keluarga Berencana (KB). Mereka bukan hanya pelaksana teknis medis, tapi juga pendamping emosional yang memastikan proses kehamilan dan persalinan berlangsung aman dan selamat. Di Indonesia, lebih dari 70% layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di daerah ditangani oleh bidan, yang menandakan posisi vital mereka dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), yang masing-masing pada 2022 tercatat sebesar 189 per 100.000 dan 16 per 1.000 kelahiran hidup.

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi salah satu program prioritas nasional yang berkelanjutan. Tujuannya tidak hanya untuk menekan AKI dan AKB, tapi juga menjamin hak perempuan atas layanan yang aman serta meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak melalui gizi seimbang, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang. Di lapangan, bidan kerap menjadi tenaga kesehatan satu-satunya di puskesmas pembantu atau posyandu, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Namun, tantangan mereka tidak sedikit: keterbatasan alat medis, distribusi yang tidak merata, beban kerja tinggi, dan minimnya akses terhadap pelatihan lanjutan kerap menjadi hambatan dalam menjalankan tugas profesional mereka.

Menghormati dan mendukung peran bidan berarti juga berinvestasi pada masa depan bangsa. Mereka adalah ujung tombak dalam memastikan setiap ibu dan anak mendapatkan hak dasar atas kesehatan. Seperti dikatakan International Confederation of Midwives, “Every mother deserves a midwife, and every midwife deserves respect.” Dengan penguatan kapasitas, distribusi yang lebih merata, serta dukungan teknologi dan kebijakan, bidan dapat semakin optimal menjalankan perannya dalam menurunkan angka kematian, meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak, serta membangun generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Penulis: Ferry Aditya (Risdok Beritaunsoed.com)

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Mengenal Hari Trikora: 19 Desember

Penulis: Monica Merlyna Hari Trikora merupakan peringatan bersejarah bagi bangsa Indonesia yang berkaitan erat dengan perjuangan…

Kesenjangan Pendidikan Global: Anak di Negara Maju Vs. Berkembang

Penulis: Ferry Aditya Data oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2022 menunjukkan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Mengenal Tokoh Bangsa dan Jejak Pengabdiannya di Museum Soesilo Soedarman

Mengenal Tokoh Bangsa dan Jejak Pengabdiannya di Museum Soesilo Soedarman

Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Refleksi Kebijakan untuk Banyumas yang Lebih Baik

Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Refleksi Kebijakan untuk Banyumas yang Lebih Baik

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Tambah Spot Nongkrong di Unsoed, Pringsewu Hadirkan Kandang Kopi di Fakultas Peternakan

Tambah Spot Nongkrong di Unsoed, Pringsewu Hadirkan Kandang Kopi di Fakultas Peternakan

Pemira 2025 Usai: Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Demokrasi Mahasiswa Masih Melekat

Pemira 2025 Usai: Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Demokrasi Mahasiswa Masih Melekat