Mahasiswa Berkreasi, Jeksoed Rangkul Berbagai Sisi

Oleh: Miqda Al Auza’i

Sumber: akun Instagram ojek_soedirman

Dua bulan berjalan, Jeksoed cukup mendapat perhatian para pelanggan. Melalui warna kuning pada logo, pencetus ingin Jeksoed melekat dengan Unsoed, tempat di mana usaha tersebut dimulai. Slogan “Ojek Andalan Anak Unsoed” memuat harapan supaya nantinya mahasiswa Unsoed menjadikan jasa Jeksoed sebagai kebiasaan dalam keseharian.

Ojek Soedirman, atau yang dikenal dengan Jeksoed, merupakan sebuah usaha penyedia layanan jasa transportasi yang berangkat dari ide kreatif dua mahasiswa, Rifa Maretta Ferdiana (Mahasiswi Ilmu Kelautan 2020) dan Elang Teja Laksana Wibowo (Mahasiswa Ilmu Kelautan 2021). Layanan Jeksoed ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman untuk mencari penghasilan tambahan dengan menjadi driver. Mulanya, Jeksoed hanya menyediakan jasa penitipan (jastip) makanan dan barang serta jasa transportasi orang. Namun, melihat kepercayaan dan keinginan pelanggan, Jeksoed memperluas cakupan layanan menjadi lima jenis, yaitu jasa transportasi, jasa penitipan barang, jasa pentitipan makanan, serta jasa bersih-bersih dan pindah indekos. 

Foto: Vitaloka Dwi A.

Cikal-bakal lahirnya Jeksoed bermula dari pengalaman dan keresahan pribadi pencetus. Harga ojek online yang cukup menguras kantong bagi mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi, mendorong Rifa untuk mencetuskan ide penyediaan layanan ojek yang ramah dan nyaman bagi mahasiswa. “Nah jadi, aku itu pengin gimana mahasiswa-mahasiswa lain yang terkendala, maksudnya yang nggak punya motor itu bisa naik layanan ojek yang murah, tapi dia juga merasa percaya sama ojek online-nya gitu. Intinya mereka tuh juga nyaman. Jadi, selain kita kuat di harga, kita juga mengutamakan kualitas,” ungkap Rifa ketika diwawancara awak Sketsa pada Kamis (22/03/24).

Selain itu, terdapat pula keinginan Elang untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang ingin mencari penghasilan tambahan tanpa terikat dengan waktu, sehingga tidak mengganggu jam kuliah. “Supaya kita bisa cari uang tapi sambil kuliah,” ucapnya, Kamis (22/03/24). Oleh karena itu, driver yang bergabung di Jeksoed berasal dari kalangan mahasiswa. 

Menilik lebih jauh terkait kriteria driver, Rifa mengungkapkan bahwa kriteria wajib bagi driver merupakan seorang mahasiswa Unsoed. Hal itu berkaitan degan target sementara pelanggan, yang menyasar pada mahasiswa Unsoed. Jadi, melalui interaksi antara driver dengan pelanggan yang sama-sama berasal dari Unsoed, harapannya akan tercipta situasi yang nyaman, sehingga kepercayaan dari pelanggan dapat terjaga. Akan tetapi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan seiring berjalannya waktu, Jeksoed akan memperluas target pasar dengan merambah ke lingkup universitas lain.

Menariknya, Jeksoed memiliki sistem layanan yang unik di mana pelanggan tidak berinteraksi secara langsung dengan driver, melainkan melalui perantara admin dari pihak Jeksoed. Pelanggan cukup mengisi form yang disediakan melalui nomor WhatsApp admin di akun Instagram @ojek_soedirman, kemudian admin akan mencarikan driver tersebut. Adanya sistem ini memudahkan pihak Jeksoed dalam mengontrol dan memantau secara langsung bagaimana usaha berjalan, sehingga dapat menjamin keamanan bagi driver maupun pelanggan, serta dapat memberikan evaluasi kinerja. 

Usaha ini sudah menggaet cukup banyak perhatian pelanggan, terutama dari kalangan mahasiswa. Menurut salah satu pelanggan Jeksoed, driver Jeksoed yang ramah dan sering membuka percakapan selama perjalanan membuat suasana menjadi nyaman, ditambah dengan driver yang sudah paham betul rute perjalanan membuat pelanggan merasa aman. 

Ojek Soedirman merupakan salah satu hasil dari kreativitas dan kolaborasi mahasiswa. Pihak Jeksoed sendiri menaruh harapan untuk dapat berkolaborasi dengan pihak lain, terutama mahasiswa Unsoed, dalam perjalanan pengembangan sistem Jeksoed nantinya. 

Reporter: Miqda Al Auza’i, Lulu Asqiatun Soffa, Nahla Nabila Auza, Rizqy Noorawalia Febryanni, Olga Laura Welly, Vitaloka Dwi Az-Zahra

Editor: Zahra Nurfitri Laila

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Belajar Memahami Perbedaan melalui Film Swapped

Oleh: Alika Zahwa Irma Litania Identitas Film Judul : Swapped  Sutradara : Nathan Greno Penulis Skrip…

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

Oleh: Salwa Aulia Balqis Dalam perkembangan peradaban modern, ilmu pengetahuan adalah kompas yang menuntun suatu bangsa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ngopi Bareng Rektor, Mahasiswa Unsoed Tagih Kejelasan Janji Rektorat

Ngopi Bareng Rektor, Mahasiswa Unsoed Tagih Kejelasan Janji Rektorat

Kisah Para Raja

Kisah Para Raja