Rekam Jejak Satu Periode Kepengurusan BEM Unsoed

Dari redaksi

Oleh: Desi Fitriani

Ilustrasi: Amalia Rahmadani

Menurut Peraturan Rektor Unsoed Nomor 16 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Laksana Kemahasiswaan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah badan kelengkapan organisasi kemahasiswaan non-struktur di bawah pembinaan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Saat ditemui awak Sketsa pada Selasa (22/11), Alfan selaku presiden BEM Universitas Jenderal Soedirman menyebutkan lima fungsi BEM Universitas yang sesuai dengan bunyi pasal 9 pada peraturan rektor di atas. Fungsi pertama yaitu advokasi, kemudian yang kedua pengembangan sumber daya mahasiswa, ketiga yaitu fungsi koordinasi hubungan, fungsi keempat sosial politik, dan yang terakhir fungsi mengenai informasi dan komunikasi.

“Betul, sudah dilakukan dengan baik (fungsinya-red), tetapi bukan berarti tanpa kekurangan. Ada capaian-capaian yang bagus sekali dan ada yang belum sepenuhnya tercapai. Ya, sekitar 80% berhasil mungkin bisa dibilang seperti itu,” begitu ungkap Alfan saat ditanyakan mengenai pelaksanaan fungsi-fungsi BEM pada Kabinet Titik Pijar 2022.

Alfan juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak sempurna dalam menjalankan satu periode ini, tetapi ia telah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mengabdi kepada Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed (KBMU) maupun masyarakat Indonesia.

Kegiatan BEM Selama Masa Transisi

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 12/UN23/PK.01/2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022 Universitas Jenderal Soedirman, menerangkan bahwa kegiatan belajar mengajar mulai dilaksanakan secara luar jaringan (luring). Hal itu disesuaikan kembali dengan surat edaran pada setiap fakultas di Unsoed. Kegiatan belajar mengajar berangsur pulih dengan dilaksanakan secara luring sepenuhnya. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang sudah dilakukan secara luring, menuntut seluruh pengurus BEM kabinet Titik Pijar mulai memikirkan penyelenggaraan kegiatan secara luring juga.

Menurut Alfan, salah satu event besar yang berhasil dilaksanakan BEM Unsoed secara luring tahun ini adalah Soedirman Student Summit (S3). Pelaksanaan S3 tahun 2022 mampu menghadirkan Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dan Najwa Shihab yang memperoleh apresiasi positif, baik dari mahasiswa baru, pihak internal, dan juga eksternal. Dengan berbagai pertimbangan, S3 tahun ini kembali dilaksanakan secara luring setelah dua tahun terlaksana secara daring.

Pelaksanaan S3 luring diwarnai dengan berbagai kendala, khususnya yang dialami oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas. Simpang siurnya informasi mengenai stan untuk kegiatan Expo UKM menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Adhit selaku Presiden Student English Forum (SEF) saat ditemui oleh awak Sketsa pada Senin (28/11) mengungkapkan sedikit kekecewaannya mengenai keributan permasalahan stan untuk Expo UKM. Awalnya, ia memperoleh informasi bahwa stan UKM akan dibatasi atau bahkan tidak boleh sama sekali. Ia juga menambahkan jika dibandingkan dengan pelaksanaan S3 tahun 2019, pelaksanaan S3 luring tahun itu jauh lebih masif.

BEM sebagai Wadah Aspirasi Mahasiswa Unsoed

“Fungsi BEM tingkat universitas itu yang pertama yang menjadi utama sebenarnya fungsi advokasi. Dimana BEM (Unsoed-red) ini mengawal atau mewadahi aspirasi dari mahasiswa Unsoed,” ungkap Alfan menjelaskan salah satu fungsi BEM tingkat universitas.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh BEM Unsoed untuk mewadahi aspirasi dari UKM tingkat universitas yaitu Public Hearing. Menurut pesan siaran yang dibagikan kepada UKM tingkat universitas, kegiatan Public Hearing diawali dengan mengisi keluhan melalui google form yang dibuka sejak tanggal 8-22 Juni 2022. Berdasarkan penelusuran Sketsa di akun Instagram @bem_unsoed, forum Public Hearing secara luring pada Minggu (14/08). Hasil dari forum tersebut nantinya akan dibawa ke pihak birokrat.

Mayoritas keluhan yang disampaikan bersangkutan dengan fasilitas UKM. Menurut Nada selaku Ketua UKM Karate Seigokan saat ditemui awak Sketsa pada Rabu (30/11), dirinya pernah menyampaikan keluhan mengenai kaca sekretariat UKM Karate Seigokan yang sudah rusak, lampu yang mati, dan pecahnya keramik di pendopo Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang biasa digunakan sebagai tempat latihan rutin. Menurutnya, perubahan belum terasa meskipun telah ia sampaikan keluhan tersebut pada forum Public Hearing. Hal serupa dirasakan oleh Yudha dari UKM Racana Soedirman. Saat ditemui awak Sketsa pada Selasa (29/11), ia mengungkapkan bahwa keluhan atau aspirasi yang disampaikan belum terselesaikan secara nyata.

Jika dilihat dari unggahan Instagram @bem_unsoed pada Minggu (6/11), kajian Public Hearing sudah diserahkan kepada pihak rektorat pada Jumat (4/11) pukul 16.00-17.00 WIB di Integrated Academic Building (IAB). Penyampaian tersebut diwakili pihak-pihak dari Kementerian Minat dan Bakat (Mikat) yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Dagri), Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma), serta perwakilan UKM tingkat universitas.

Bukan hanya lewat program Public Hearing, UKM Universitas juga pernah menyampaikan aspirasi pada saat Sowan UKM, yaitu kunjungan Kementerian Dalam Negeri ke setiap UKM Unsoed.

“Kalo keluhan, sih, paling cuma terkait fasilitas-fasilitas UKM,” ungkap Okta saat diwawancarai mengenai keluhan atau aspirasi yang disampaikan saat Kemendagri mengunjungi Himabisi KIP-K. Ia juga menyayangkan bahwa keluhan mengenai kurangnya fasilitas yang disampaikan oleh Himabisi KIP-K dan UKM lain tidak bisa terealisasikan.

“Ada tindak lanjut sih selama Public Hearing dengan disampaikan ke rektor. Cuma engga ada hasilnya, kayaknya karena dari Unsoed yang engga bisa menyanggupi permintaan dari UKM. Malah jadinya dikasih komputer padahal kita engga minta itu. Kita mintanya kayak tong sampah, Wi-Fi juga,” ujarnya.

Pengembangan Sumber Daya Manusia oleh BEM

Alfan menceritakan bahwa fungsi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) meliputi empat bidang, yaitu bidang keorganisasian yang dipegang oleh Kementrian PSDM, bidang keilmuan yang dipegang Kementrian Pengembangan Literasi dan Keilmuan (PLK), bidang minat dan bakat yang dipegang oleh Kementrian Minat dan Bakat (Mikat), dan bidang kewirausahaan yang dipegang oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Mahasiswa (Ekotim). Acara paling besar yang berhubungan dengan pengembangan sumberdaya manusia oleh BEM Unsoed adalah Soedirman Student Summit (S3) dan Pekan Olahraga Soedirman (Porsoed).

Dikutip dari press release yang diunggah di blog BEM Unsoed pada Rabu (10/08), Soedirman Student Summit (S3) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh BEM berupa orientasi dan pengenalan kampus untuk menyambut mahasiswa baru di lingkungan Unsoed. Setelah dua tahun melewati pandemi Covid19, tahun ini kegiatan S3 dilaksanakan secara luring di Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Unsoed.

“Untuk yang S3 kemarin itu paling evaluasinya yang tiba-tiba online tiba-tiba offline gitu,” ujar Devina dari UKM AIESEC saat ditemui awak Sketsa pada Rabu (29/11). Namun, ia memaklumi hal tersebut karena ada kemungkinan BEM mengikuti aturan dari rektor dan melihat situasi kondisi.

Hal itu juga diungkapkan oleh Nada, menurutnya program yang dilaksanakan kurang tertata sehingga menimbulkan permasalahan simpang siur akan dilakukan secara online atau offline. Ia juga menyayangkan UKM yang tidak bisa membuka stan saat registrasi mahasiswa baru.

“Saat registrasi mahasiswa baru, UKM engga bisa bikin stan. Sebenarnya di situ ladangnya nyari anggota, tapi malah engga bisa. Sangat disayangkan malah ada yang buka merch, padahal dari kita engga jualan,” keluhnya.

Selanjutnya mengenai Porsoed, dilihat dari blog BEM Unsoed pada press release yang diunggah Minggu (27/11), Porsoed merupakan ajang kejuaran olahraga untuk mahasiswa Unsoed yang mempertandingkan berbagai macam cabang olahraga. Rangkaian Porsoed dibuka melalui opening ceremony pada Minggu (25/09), kemudian dilanjutkan dengan pertandingan 14 cabang olahraga dari 26 September hingga 20 November 2022, dan berakhir dengan closing ceremony pada Sabtu (26/11).

“Porsoed sendiri itu kayak engga masuk akal. Di karate itu kan ada yang namanya peraturan pertandingan, kemarin ada beberapa yang diubah. Untungnya kemarin ada wasit nasional, jadi diubah lagi gitu,” ujar Nada mengenai pertandingan karate pada Porsoed.

Koordinasi Hubungan dari BEM ke Pihak Internal maupun Eksternal Unsoed

Masih menurut Alfan, BEM tingkat universitas harus ada koordinasi ke semua fakultas, jurusan, dan semua lingkungan internal Unsoed. Selain itu, BEM juga harus menjalin hubungan dengan pihak eksternal Unsoed, misalnya dengan universitas lain seperti UMP, Unwiku, ITTP Telkom, instansi pemerintahan, Polres, dan lain sebagainya.

“Sebenarnya sudah banyak upaya yang dilakukan, karena koordinasi hubungan di internal Unsoed dikelola oleh temen-temen dari (Kementerian-red) Dalam Negeri,” ujar Alfan saat ditanyakan mengenai koordinasi hubungan dengan UKM tingkat universitas.

Salah satu program kerja untuk menjaga koordinasi BEM dengan internal Unsoed yaitu Sowan yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri. Nantinya, dagri akan mengunjungi setiap UKM tingkat Univeristas sebagai upaya untuk meningkatkan kedekatan antara BEM Unsoed dengan warga PKM.

“Cukup seru juga, sih, sama teman-teman AIESEC, karena mereka kepo sama AIESEC, kita juga kepo sama BEM-nya sendiri karena memang pada dasarnya teman-teman AIESEC belum mengenal jauh tentang regulasi di Unsoed sendiri,” terang Devina saat menceritakan Sowan yang dilakukan Kemendagri ke AIESEC.

Penilaian yang bagus mengenai Sowan juga diberikan oleh Yudha. Menurutnya hal itu bisa mempererat hubungan antara UKM dan BEM serta bisa untuk menyampaikan aspirasi.

Alfan juga menambahkan bahwa upaya formal sudah dilakukan untuk meningkatkan koordinasi hubungan dengan UKM, mulai dari lawatan Mikat ke UKM seni dan olahraga tingkat fakultas, serta roadshow yang dikelola Dagri ke seluruh fakultas yang ada di Unsoed. Koordinasi dengan paguyuban daerah juga tidak terlewat dari agenda BEM.

Berdasarkan unggahan pada Instagram @bem_unsoed pada Rabu (16/11), Lingkar Paguyuban Mahasiswa Daerah ketiga sudah terlaksana pada Sabtu (12/11) melalui Zoom Meeting. Program ini bertujuan untuk menyampaikan informasi mengenai Surat Keputusan Legalitas Paguyuban yang telah turun dan membentuk kesepakatan MoU SK Legalitas Paguyuban. Upaya Kemendagri dalam membersamai Paguyuban diapresiasi oleh Nurfa dari Keluarga Mahasiswa Tasikmalaya Sukapura Purwokerto (KMTS-P) saat ditemui awak Sketsa pada Selasa (29/11).

“Menurut KMTS-P sendiri cukup diayomi, di lingkar paguyuban kemarin itu setelah berjalan sangat lama akhirnya di tahun ini bisa dapat legalitas di Unsoed meskipun kita tidak difasilitasi seperti sekre, dan lain-lain seperti UKM umumnya,” ujar Nurfa.

“Sebenarnya, fokus amanat dari AD&ART ke BEM Unsoed adalah soal pengabdian atau menaungi, mengayomi KBM Unsoed. Jadi, fokus kami untuk koordinasi hubungan secara rutin secara fokus itu internal Unsoed terlebih dahulu,” jelas Alfan.

Alfan juga menambahkan bahwa koordinasi dengan eksternal tetap dilakukan, tetapi tidak rutin karena melihat kebutuhan maupun waktu yang cukup padat di BEM Unsoed. Kebutuhan tersebut misalnya mengenai program alumni, artinya BEM melakukan hubungan dengan keluarga alumninya. Selain itu, mengenai vaksin di Unsoed juga melakukan koordinasi dengan Polres.

Fungsi Informasi dan Komunikasi BEM Unsoed

“Kemudian, fungsi yang terakhir adalah fungsi tentang informasi dan komunikasi. Kita juga bekerja untuk menyampaikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa Unsoed dalam bentuk apapun. Misalkan, kita penyalur informasi dari luar maupun dari dalam. Kayak informasi tentang perlombaan, informasi tentang beasiswa, informasi tentang akademik, dan lain sebagainya gitu,” ungkap Alfan mengenai fungsi informasi dan komunikasi.

Perihal komunikasi, teman-teman UKM Universitas sering menghubungi narahubung dari Kemendagri untuk peminjaman aula atau pendopo PKM. Hal itu juga diungkapkan oleh Devina, pihaknya sering menghubungi narahubung Kemendagri untuk keperluan peminjaman pendopo. Namun, respons dari narahubung tersebut dinilai seringkali lambat.

“Kita kalo pinjem apapun (di PKM-red) lewatnya Kemendagri, kan. Itu slow respon banget, engga pernah bales. Terus juga kadang kita nanyain slot yang kosong itu aula PKM atau pendopo? Kapan? Tapi itu slow respon banget gitu,” ungkap Okta mengeluhkan hal yang sama.

Selain keluhan mengenai lambatnya respons narahubung Kemendagri, Okta juga mengungkapkan bahwa UKM-nya pernah mengalami kendala dalam pemakaian pendopo PKM. Pihaknya sudah menghubungi Kemendagri akan memakai pendopo. Namun, ternyata pendopo juga akan digunakan oleh UKM bela diri untuk latihan. Ia juga menambahkan pihaknya berkoordinasi dengan UKM bela diri tersebut untuk mencari jalan tengah agar tetap bisa bersama-sama memakai pendopo PKM.

Hal itu sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Nada dari UKM Karate Seigokan. Ia menggunakan pendopo untuk latihan rutin. Namun, sering kali pendopo digunakan untuk latihan lain atau digunakan untuk rapat tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Sesuai dengan ungkapan Alfan mengenai fungsi informasi yang dilakukan oleh BEM Unsoed, unggahan di akun Instagram @batir_unsoed sering kali membahas mengenai informasi beasiswa, informasi dalam kampus seperti penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT), infomasi wisuda, Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan informasi lainnya. Salah satu contoh informasi beasiswa yang diunggah di akun Instagram @batir_unsoed pada Selasa (29/11) yaitu informasi beasiswa pendidikan creativa.

Reporter: Desi Fitriani, Eli Tri Wahyuni, Fitri Ademia Rachma, Alil Saputra, Faiz Maulida, dan Afif Fadhilah Iftiar

Editor: Alif Saviola Rakhman

Related Posts

Tinggalkan Komentar Anda