Menyikapi Wacana Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Masa Jabatan, Aliansi Semarak Gelar Aksi Banyumas Melawan

Dari redaksi

Para mahasiswa yang bergabung dalam aliansi Serikat Masyrakat Bergerak (SEMARAK), berkumpul di Pusat Kegiatan Mahasiswa Unsoed untuk persiapan sebelum melakukan aksi Banyumas melawan ke gedung DPRD Banyumas, Jumat (8/4). Foto: Muhammad Aqib. 

Massa aksi melakukan konvoi dengan sepeda motor menuju Masjid 17 sebagai titik awal long march, Jumat (8/4). Foto: Inayatusyifa.

Massa ini melakukan konvoi yang disertai orasi-orasi, nyanyian, dan menghidupkan suara klakson di sepanjang jalan. Masjid 17 sendiri sudah disiapkan sebelumnya oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai titik awal arakan long march ke DPRD Banyumas, Jumat (8/4). Foto: Inayatusyifa.
Persiapan long march dilakukan dengan pembuatan barisan aksi dengan membawa spanduk  kritikan terhadap pemerintah, Jumat (8/4). Foto: Eli Tri Wahyuni.
Sebelum sampai di gedung DPRD Banyumas, di perempatan antara Jalan Gatot Subroto, Jalan Masjid, dan Jalan Ahmad Yani terjadi penyatuan massa dari arah utara yang terdiri dari massa dari UNSOED, UMP, IMM, HMI, serta yang lainnya dan massa dari arah selatan yang terdiri dari UIN Purwokerto dan Amikom Purwokerto, Jumat (8/4). Foto: Nida Ismiatun Azzahra.
Massa aksi tiba di depan gedung DPRD Banyumas sebagai titik. Aksi Banyumas melawan ini diisi dengan penyampaian orasi oleh berbagai koordinator lapangan dan beberapa  perwakilan pengurus aliansi se-Barlingmascakeb yang terdiri dari BEM Universitas di Purwokerto dan organisasi seperti IMM, HMI, dan lainnya, Jumat (8/4). Foto: Eli Tri Wahyuni.
Perwakilan Pemkab Banyumas melakukan dialog dengan perwakilan massa aksi untuk negosiasi agar Bupati Banyumas mau menemui massa, Jumat (8/4). Foto: Eli Tri Wahyuni.
Di saat aksi berlangsung, Bupati Banyumas dan Ketua DPRD Banyumas menemui massa untuk menyetujui lima tuntutan dari aksi Banyumas melawan ini yaitu mengenai penyelenggaraan pemilu sesuai ketetapan dan MPR tidak melakukan upaya perpanjangan masa jabatan presiden, penstabilan harga bahan pokok, menghentikan kriminalisasi intimidasi masyarakat sipil, dan perwujudan reforma agraria, Jumat (8/4). Foto: Natasha Ardian Rachman.
Sebelum penutupan aksi, terjadi orasi oleh seorang ibu yang mengaku dari perwakilan ibu-ibu Banyumas yang merasakan dampak dari kenaikan bahan pokok dan minyak goreng, Jumat (8/4).  Foto: Inayatusyifa.
Sempat terjadinya perbedaan pendapat antara beberapa perwakilan aliansi terkait masalah kelanjutan persetujuan yang telah ditandatangani Pemkab Banyumas. Sebelum massa dibubarkan, ada beberapa pihak yang tidak sepakat untuk tuntunan hanya ditandatangani dan meminta jaminan dari pemkab Banyumas. Perbedaan pendapat ini berujung pada aksi cekcok antar aliansi yang bersangkutan. Namun, cekcok ini berhasil diamankan oleh massa aksi lainnya. Setelah pengamanan beberapa pihak yang saling cekcok, massa kemudian membubarkan diri dan aksi berakhir. Jumat (8/4). Foto: Eli Tri Wahyuni.

Reporter: Aura Saintia Transendenti, Eli Tri Wahyuni, Inayatusyifa, Nida Isminatun Azzahra, Natasha Ardiah Rachman, Mohammad Aqib Nur Faizi

Editor: Aprilia Ani Fatimah

Related Posts

Tinggalkan Komentar Anda