Purwokerto Bersatu: Tumpeng dengan Berbagai Lauk

sumber: https://www.facebook.com/pages/Purwokerto-Bersatu/403172766403682
sumber: https://www.facebook.com/pages/Purwokerto-Bersatu/403172766403682

Oleh : Yudi Harmawan

“Di sini kita bikin acara sendiri, ditonton sendiri, bayar sendiri dan dinikmatin sendiri,” papar Anung, salah satu penggagas Purwokerto Bersatu. Purwokerto Bersatu adalah acara tahunan komunitas di Purwokerto.

Bermula dari KOMPOR (Komunitas Musik Purwokerto), Anung dan kawan-kawan membuat acara untuk menyatukan berbagai macam genre musik di Purwokerto. Acara pertama KOMPOR diadakan di Gedung Soemardjito Unsoed tahun 2010.

Pendanaan acara ini dilakukan secara kolektif dan mandiri. Mengamen menjadi salah satu jalan yang dilakukan untuk penggalangan dana KOMPOR kala itu. Selain itu, pemberlakuan sistem ticketing juga dilakukan. Bagi komunitas yang akan tampil juga harus membeli tiket.

Peduli Sesama

Tahun 2011 KOMPOR tidak mengadakan acara seperti tahun sebelumnya. Bencana alam Erupsi Gunung Merapi membuat para komunitas mengambil tindakan penggalangan dana lewat ngamen. Karena memiliki kepekaan yang sama, akhirnya selain komunitas musik pun ikut bergabung untuk menggalang dana bersama.

Komunitas otomotif, seni pertunjukan tari, dan teater ikut bergabung dalam penggalangan dana. Akhirnya, disepakati nama Komunitas Purwokerto Peduli (KPP) untuk nama perkumpulan tersebut.

Semangat untuk membuat acara seperti tahun 2010 dengan komunitas yang lebih beragam pada tahun 2012 gagal dilaksanakan. Angin puting beliung di wilayah Banyumas dan Desa Melung kala itu membuat KPP harus fokus pada penggalangan dana untuk bencana alam, bukan untuk event komunitas.

Bersatunya Komunitas dan Hobbyist

KPP kembali merapatkan barisan tahun 2013. Purwokerto Bersatu 2013 yang diselenggarakan di Andang Pangrenan menjadi acara kedua setelah acara musik tahun 2010. Bedanya, bukan hanya komunitas musik, tapi komunitas di seluruh Purwokerto ikut bergabung dan meramaikan Purwokerto Bersatu yang ke-2 ini.

Dan sekarang, tahun 2014, lanjutan dari tahun sebelumnya, Purwokerto Bersatu hadir dengan formasi yang lebih lengkap. Berbagai Komunitas dan Hobbyist berkumpul dan memeriahkan acara yang bertajuk “Purwokerto Bersatu Rongewupatbelas”.

Acara ini berhasil menjadi wadah bagi para komunitas yang ada di Banyumas. Kurang lebih 40 komunitas hadir untuk ikut serta di acara “Purwokerto Bersatu Rongewupatbelas”. Acara yang dilaksanakan Sabtu (31/5) hingga Minggu (1/6) ini cukup menjadi daya tarik masyarakat hingga luar Banyumas.

Even ini juga mendapat respon positif dari warga Purwokerto karena sebagai ajang untuk mengenalkan bahwa Purwokerto juga bisa mengadakan acara besar yang tidak kalah hebat dengan kota lain. “Acaranya keren,” papar Dimas, salah satu pemain pantomim yang juga tampil dalam acara Purwokerto Bersatu.

Alun-alun Banyumas, tempat diselenggarakannya “Purwokerto Bersatu Rongewupatbelas” juga mendapat respon positif. “Acaranya rame dari sebelumnya, karena tempat acaranya strategis buat warga Banyumas,” tambah Dimas. Purwokerto Bersatu Rongewupatbelas diharapkan bisa menjadi acara independen untuk menjalin silahturahmi antarkomunitas yang ada di seluruh Purwokerto. Acara ini cukup mendapat tanggapan positif dari berbagai komunitas. Terbukti dengan ikut sertanya wayang tradisional, trebang, musik lintas genre, vespa, teater, reptil, pecinta musang, hingga fotografi.

“Konsep Komunitas-Hobbyist bertujuan layaknya kami adalah tampah dari suatu tumpeng dengan berbagai lauk. Kami adalah wadah bagi komunitas-komunitas dengan berbagai karakter dan identitasnya masing-masing,” Ujar Anung yang menjadi koordinator lapangan “Purwokerto Bersatu Rongewupatbelas”.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?