Inggrid Widya, Cantik Rupa, Cantik Bicaranya

Inggrid berdebat di final the 15th IFDC (Anung)
Inggrid berdebat di final the 15th IFDC (Anung)

Oleh: Nurhidayat dan Ari Mai Masturoh

Langkah pasti Inggrid memasuki arena pertandingan sungguh meyakinkan. Sanggul rambutnya menambah keanggunan wanita berumur dua puluh tahun itu. Mengenakan busana merah hitam, diiringi teriakan pendukungnya kian membuatnya semakin percaya diri. Red carpet Graha Widyatama diinjaknya dengan penuh keyakinan. Ternyata, kecantikannya bertambah ketika dia berbicara, terutama dalam bahasa Inggris.

Sebagai second speaker tim B Fakultas Hukum dalam arena 15th Inter Faculty Debating Championship-nya SEF Unsoed, Minggu malam (1/6), kemampuan argumentasi bahasa Inggris Inggrid Widya tak layak lagi untuk dibantah. Keringat dingin yang meleleh dari wajah ayunya tak terlihat dari bangku penonton. Grogi dan kecemasan Inggrid tak ada yang tahu, kecuali mereka yang benar-benar memperhatikan dengan seksama. Memang, tak ada yang menganggap Inggrid grogi atau ragu, melihat penampilannya yang menawan. Di laga final itu, Inggrid tampak hampir tanpa cela.

Sebagai anggota tim afirmatif yang tugasnya mempertahankan mosi, Inggrid berbicara dengan sangat meyakinkan. Tutur katanya yang tegas dan tertata membuatnya semakin terlihat menawan. Gemuruh sorak pendukung semakin menjadi ketika dia menyelesaikan aksinya. Entah pendukungnya mengerti entah tidak apa yang dimaksudkannya, yang jelas artikulasi dan volume suaranya yang lantang, membuat penonton yakin bahwa yang diucapkan merupakan hal yang paling benar.

Di ujung malam, ratusan pasang telinga seolah membantunya untuk menunggu pengumuman pemenang ajang bergengsi tahunan itu. Semua orang, termasuk Inggrid, berdebar-debar jantung. Inggrid sendiri melompat-lompat kecil menahan gejolak ketegangannya. Mulut mungilnya komat-kamit meminta keberuntungan dari Tuhan. Ekspresi lucu mimik wajahnya di saat-saat mendebarkan itu terekam sebuah kamera. Kamerawan pun tersenyum.

“Inggrid Widya!” teriak sang pengumum kejuaraan saat memberi tahu nama best speaker 15th Inter Faculty Debating Championship. Muka Inggrid berubah sama sekali, sumringah. Teman-teman pendukungnya memeluknya, memberi selamat. Bahkan, teman-teman wanitanya mencium pipi ranum Inggrid. Berteriak histeris khas wanita pun tak terbendung beberapa saat sebelum suasana kembali mencekam. Masih sambil berharap-harap cemas menunggu pengumuman tim juara.

 

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Dari Graha hingga Fakultas: S3 2026 Berakhir dengan Semarak Expo UKM

Penulis: Artika Putri Kinanti Memasuki hari kedua Soedirman Student Summit (S3) 2026 pada Selasa (11/8/2026), sekat…

S3 2026 Jadi Pintu Awal Mahasiswa Baru Mengenal Kehidupan Kampus Unsoed

Oleh: Muhammad Fatkhun Nafiq Hari pertama Soedirman Student Summit (S3) 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru…

Jangan Lewatkan

Bersuara Lalu Apa

Bersuara Lalu Apa

Dari Graha hingga Fakultas: S3 2026 Berakhir dengan Semarak Expo UKM

Dari Graha hingga Fakultas: S3 2026 Berakhir dengan Semarak Expo UKM

S3 2026 Jadi Pintu Awal Mahasiswa Baru Mengenal Kehidupan Kampus Unsoed

S3 2026 Jadi Pintu Awal Mahasiswa Baru Mengenal Kehidupan Kampus Unsoed

Tiga Rekomendasi Curug Banyumas, Cocok untuk mengobati Homesick dan kebutuhan Healing kamu!

Tiga Rekomendasi Curug Banyumas, Cocok untuk mengobati Homesick dan kebutuhan Healing kamu!

Luruh pada Garis

Luruh pada Garis

Tuhan, Mengapa Aku?

Tuhan, Mengapa Aku?