Negara Maritim adalah Konsep Politik

Prof. Dr. Sahala Hutabarat, M.Sc (batik merah) menerima kenang-kenangan di akhir acara. (Syarif)
Prof. Dr. Sahala Hutabarat, M.Sc (batik merah) menerima kenang-kenangan di akhir acara. (Syarif)

Sepanjang sejarah Indonesia, anggaran militer tidak pernah menyentuh satu persen dari APBN. Anggaran tahun 2013 ini hanya 83 triliun dari total APBN sebesar 1700 triliun rupiah.

Padahal negara sebesar Indonesia harus memiliki angkatan bersenjata yang disegani. Kekuatan militer penting untuk menjadi geopolitik dan geostrategi Indonesia dalam rangka pemartabatan di mata dunia Internasional.

Pernyataan demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati dalam seminar “Visi Maritim Sebagai Elemen Fundamental Pembangunan Indonesia,” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kelautan Unsoed bekerja sama dengan Indonesia Maritime Institute pada Sabtu (30/11). Seminar yang diselenggarakan di gedung Justisia ini juga dihadiri oleh Dewan Pembina IMI, Dietrich G. Bengen dan Sahala Hutabarat, Sudirman Saad, Ditjen KP3K- Kementerian Perikanan dan Kelautan dan juga Budiman Sujatmiko dari Komisi II DPR RI.

Saat membuka paparannya, Untung mengisahkan Walter Raleigh, seorang penjelajah laut berkebangsaan Inggris. Dalam teori Walter, negara yan menguasi laut akan menguasai perdagangan dunia dan berarti pula menguasai dunia. Amerika Serikat telah mempraktikkan. China pun tengah beranjak ke arah serupa dengan kebijakan Blue Water Naving. Blue Walter Naving adalah kebijakan pertahanan di batas terluar dari negara yang berada di kawasan laut dalam.

Sebelumnya, Budiman Sujatmiko menyampaikan tidak hanya negara dengan kondisi geografis berupa kepulauan yang dapat menjadi negara maritim tetapi negara kontinental dapat menerapkannya. Karena negara maritim adalah konsep politik. Dia mencontohkan China. Seluruh wilayah huni China berupa daratan tetapi China menerapkan kebijakan maritim sebagai upaya menguasai perdagangan dunia. (Ubaid)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

oleh: Muhammad Fatkhun Nafiq Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Soedirman Open Chess Tournament (SOCT) ke-5 pada…

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penulis: Fadila Nuraini Forum Mahasiswa Nasional (FMN) Purwokerto menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Masalah-Masalah Rakyat yang Tak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

52 Hz

52 Hz

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penjajah Berdasi

Penjajah Berdasi

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa