SASTRA

Rubrik sastrawi yang berisi rangkaian sajak dan cerita pendek (cerpen) pilihan redaksi LPM Sketsa

Diantara Pilar Kampus
SAJAK, SASTRA

Diantara Pilar Kampus

Oleh: Martin Sutri Ilustrasi: Alil Saputra Dikatakan suatu parodi Ketika sahabatku temui jenuhnya lantas Dihitungnya menit diantara detik dan jam Kemudian hari; minggu; hingga tahun! Dia bicara tentang anarki Dengan atribut disosoknya Dia jadikan dirinya mikroskop Aaaaaaachhh..... 1000 temanku & 1000 lagi yang lainnya Matanya bicara; mulutnya bisu k e l u ! Barangkali pondokan penuh peluh Menjanjikan segudang angka ajaib; Tujuh bukan lagi tujuh; Hitam bukan lagi hitam; Dia bicara tentang bangku kuliah lantas Didapatnya sebuah pengertian Bahwa disini bukan kandang kambing hitam ...
Penyambutan
SAJAK, SASTRA

Penyambutan

Oleh: Catur Mukti Wibowo* Ilustrasi: Alil Saputra Kian hari kian mendamba Jaket berwarna harapan orang tua Tentu sulit untuk meraihnya Perlu usaha yang tak sederhana Namun tak sampai disitu Jauh sebelum ufuk terlihat Sebelum bertemu kawan searah Belum pula merasakan kelas Kita dihadang dengan yang kau Ospek Sebagian warna jaket mungkin merasa senang Tapi tidak bagi beberapa jaket yang tak ramah Dibentak, dijemur, hingga dimaki Sejatinya ospek itu pengenalan kampus Pengenalan lingkungan suasana dan kerja kampus Bukan ajang balas dendam dan olok-olok Bukan begitu cara mendidik para intelek muda Oh, mungkinkah bagian tak ramah itu benar? Benar-benar terjadi dan menjadi kebiasaan Benarkah pengolokan itu bagian dari pendidika...
Dariku Untuk Tuan
SAJAK, SASTRA

Dariku Untuk Tuan

Oleh : Maryam Juwita* Ilustrasi : Alil Saputra (diedit dari pikbest.com) TuanMataku menerawang pada masa laluDikurung dalam ketakutan dan ketidaktahuanDi luar sana, teriakan dan tangisan saling beraduDiikuti kaca berseru dari siang hingga malamAku, seorang gadis kecilMenangis di sudut ruangan, terpenjara sendirian Pagi pun tak memberi ampunMemaksa menonton konser paling burukTangisan ibu menjadi nyanyian sepanjang acaraPekikan si Gila menggantikan peran sang gitarisAduan tangan turut memarakkan konser pagiAku, seorang gadis kecilAkhirnya menontonnya langsung, sudah tidak terbelenggu Aku bertanya pada TuanKapan pagi akan memberi ampun?Hingga kapan konser berlangsung? TuanBertahun-tahun sudah berlaluKonser lama masih bermain ria, semakin bebasAku, seorang gadis besarJemu meng...
ANTARA PENANAM, PENJANJI, DAN PENGEPUL
CERPEN, SASTRA

ANTARA PENANAM, PENJANJI, DAN PENGEPUL

Oleh : Alil Saputra Ilustrasi : Adinda Taufika Rachma Ketika kata sudah tak bisa terucap, mungkin tulisan bisa jadi bahasa untuk mengungkap, jika tulisan pun masih tidak bisa menyingkap, biarlah Tuhan yang jadi penggarap Matahari bahkan belum terlihat ketika Bapakku memulai harinya. Mungkin Bapakku yang membangunkan ayam jago, bukan ayam jago yang membangunkan Bapakku. Bagaimana tidak. Bunyi kapak yang memotong kayu rambutan tepat di samping kandang pasti membuat ayam-ayam tak tenang. Bapakku orang yang taat. Ketika azan berkumandang, Bapak selalu pergi ke langgar. Hanya ketika sakit berat ia tak datang. Sisanya, hampir tak pernah sekalipun aku melihatnya terlambat. Selepas salat, tak pernah lupa juga dia membaca Quran. Ah, Bapakku memang manusia pantang menyerah. Seseorang yang ...
Baju Loreng
CERPEN, SASTRA

Baju Loreng

Oleh: Rofingatun Hamidah** Ilustrasi: Rofingatun Hamidah Cuaca yang terik siang ini bercampur dengan bising suara teriakan dan isak tangis yang tak ada hentinya. Dengan emosi yang sudah membubung di atas kepala, kubanting gelas kopi yang tinggal menyisakan ampas di meja. Urat leherku sudah menonjol dan tinggal menunggu waktu gelegar suaraku membentak dua bocah nakal di depan sana. “Bapak... Bapak jangan marah, kita kan cuma meminta paket internet,” rengekan anak bungsuku terdengar memelas. Karena mendengar keributan, istriku datang tergopoh-gopoh dari dapur. “Sudah to, Mas... Mereka masih kecil.” Kalau saja tiga pasang mata itu tak menatapku dengan tatapan yang tak bisa kukendalikan, tentunya segala umpatan akan keluar begitu saja dari mulutku. Mengembuskan napas, kucoba k...
Goresan Luka Elaeis
SAJAK, SASTRA

Goresan Luka Elaeis

Oleh: Dykaana Okta Wahyono* Ilustrasi: Dera Nafalia Aku ini mati Tak berbicara, tak mendengar, tapi digeladahi Aku ini mati Tapi dipaksa menghidupi Keringat dan luka adalah jiwa pembentuk batangku Tak sengaja, darahnya tersapu pada seratku Mengenang seperti goresan abadi Aku tak bisa menjadi bukti Aku ini mati Kau lihat sebelum hilang Kau hantui sebelum tenang Kau ambil sebelum terampas Aku ini mati Melihatmu menggerogoti Aku teringat ulat api dalam diri Bahkan kau jauh lebih berapi Hama ini menyakiti Batang bangsai kutandai Menggantung daun ini bunuh diri Seratku ternodai Bercampur dendam tak berhati Aku ini mati *Mahasiswi Unsoed Jurusan Sastra Indonesia Angkatan 2018 Catatan Redaksi: Tulisan ini dimu...
Kepastian Semu
SAJAK, SASTRA

Kepastian Semu

Oleh: Alif Saviola Rakhman* Ilustrasi: Elisa Hidayanti R. Hakikat manusiaTidakkah boleh menuntut haknya?Berbicara namun selalu sia-siaMenanti harapan yang tak kunjung nyata Telinganya terbuka namun kadang tak mau mendengarMatanya terbuka namun kadang tak mau melihatBenar melangkah namun salah menujuApa memang rakyat hanya boleh diam? Tak henti juang berkobarBerorientasi demi kesejahteraanSiang malam terombang ambingMeski sulit mendapat kepastian Kebebasan hanyalah ilusiBukti nyata adalah omong kosongKe mana lagi kita menuju?Jika yang disebut-sebut bijaksana selalu berpaling Harapan rakyat sudah sangat jelasOrientasi pun sudah semakin nyataTinggal menunggu sang penguasa kitaMenghapus nafsu akan kekuasaan Bagi orang-orang berdasi di atas sanaNafsu mereka akan semakin me...
Si Miskin Besar Hati
PANTUN, SASTRA

Si Miskin Besar Hati

Oleh: Priya Oktaviana Purwandhani* Ilustrasi: Alil Saputra Ke kebun binatang melihat pandaPandanya tersenyum bahagiaIndonesia negara kaya rayaTapi rakyat miskin di mana-mana Pergi mengaji ke takbir akbarSambil membawa semangkuk kolakPejabat koar-koar ingin didengarRakyat cukup diam tanpa mengelak Mandi pagi hari mau ke mana?Sudah wangi, eh ingin berakKenyataannya hak rakyat di mana?Justru dijadikan seorang budak Coklat manis made in SwediaHarganya membuat mata terbukaSi kaya semakin berwibawaSi miskin hanya menutup luka Pelukanmu sungguh eratMembuat hatiku terperanjatPeraturan sangatlah ketatMembuat sengsara para rakyat Barak Obama orang AmerikaSangat-sangat bersahajaPejabat bilang A ya harus ARakyat hanya iya-iya saja Esok hari pergi ke KenyaJangan lupa bertemu Ma...
Di Sini, Di Sana, Tak Ada
SAJAK, SASTRA

Di Sini, Di Sana, Tak Ada

Oleh: Rofingatun Hamidah* Ilustrasi: Alil Saputra Di sini,kubilang di sini!Tak ada,kau bilang tak ada yang tersisa. Tentu saja aku murka,kau selalu saja ingin bercanda.Gunungku gundul, lautku bertumpuk sampah bejibun.Sungguh, bumiku jadi mandul. Kau duduk tenang,tersenyum jumawa,dan tak mau disalahkan.Kubilang ini bukan miliknya,kau gantian yang murka. Kau bilang kau paling berkuasa,aku, dia, dan mereka tak berguna.Negerimu sendiri kau telanjangi,Bangsamu seperti diludahi. Kebenaran murah,dibeli dengan sejumput rupiah.Kemanusiaan terbelam,sepele sekali,kantongmu bahkan menariknya berkali-kali. Di sana,kubilang di sanalah keadilan.Tak ada,kau bilang takkan ada yang namanya keadilan. Wonosobo, 24 Mei 2021 *Mahasiswa FISIP Unsoed angkatan 2018
Pendidikan di Pelosok? Entahlah
PANTUN, SASTRA

Pendidikan di Pelosok? Entahlah

Oleh: Muhammad Fauzan Akbar Dewanto* Ilustrasi: Alil Saputra Diskon harga di swalayan Semua orang datang kegirangan Pendidikan penting didapatkan Segala usaha akan diperjuangkan   Main api bersama teman Api menyala, tiba-tiba padam Bagaimana bisa memperoleh pendidikan Jarak jauh, perjalanan separuh malam   Murai terbang ke pohon tinggi Keong kecil memakan sawi Sungai dan jurang harus dilalui Demi mencapai sekolah kami   Halaman samping terasa sempit Penuh batu yang tertumpuk Sekolah di sini hanya sedikit Sudah kumuh, bagai mau ambruk   Banyak kasus tertulis di kertas Hakim diminta bekerja keras Pelajar dituntut menjadi cerdas Tapi tidak diberi fasilitas   Makan itik bareng gebetan Bagian paha menjadi rebutan Maksud hati ingin mendapat pendidikan Biaya besar tak bisa dicukupk...