Menemukan Destinasi Laut Terbaik dan Aktivitas Seru untuk Liburan Sempurna
Perjalanan laut menawarkan pengalaman yang tak terlupakan, mulai dari menjelajahi pantai-pantai eksotis hingga berpetualang di tengah…
Tips Menggunakan Gadget Apple dengan Optimal untuk Perjalanan Tanpa Halangan
Perjalanan yang sukses tidak hanya bergantung pada destinasi yang Anda kunjungi, tetapi juga bagaimana Anda mempersiapkan…
AI dalam Digital Marketing: Transformasi Strategi Bisnis untuk Masa Depan
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengalami kemajuan pesat, yang membawa dampak signifikan…
Aksi Kamisan Sekaligus Seruan pada Buntut Pendidikan Komersial
Sebagai bagian dari gerakan solidaritas, dilakukan Aksi Kamisan dengan mengangkat isu spesifik terkait Tragedi 12-15 Mei 1998, dan fenomena yang belakangan ini sedang hangat dibicarakan mengenai perampasan hak pendidikan. Dua tajuk Aksi Kamisan tersebut merupakan bentuk lebih konkret dari aksi demonstrasi pada 29 April lalu mengenai isu penurunan UKT. Aksi hari ini melibatkan partisipasi 2 lembaga dengan total sekitar 30 orang, yakni dari Aksi Kamisan Purwokerto dan juga Aliansi Soedirman Melawan.
Isu Kenaikan UKT Belum Usai, Mahasiswa Kembali Hadiri Audiensi
Isu kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) masih terus dikawal hingga saat ini. Setelah beberapa kali melaksanakan rangkaian kegiatan untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari aksi audiensi pada (26/04) hingga aksi demonstrasi pada (29/04), puluhan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kali ini menghadiri audiensi dan sosialisasi bersama rektor dan jajarannya atas undangan dari pihak rektorat mengenai peraturan biaya pendidikan nomor 6 tahun 2024 yang dilaksanakan pada Jumat (03/05) pukul 14.00 WIB di ruang rapat gedung rektorat. Audiensi juga mengundang para petinggi fakultas untuk membahas kembali tuntutan mahasiswa seperti yang telah diajukan pada Jumat (26/04) mengenai penurunan UKT.
Aksi Mimbar Bebas: Refleksi terhadap Isu di Dunia Buruh dan Pendidikan
Bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional pada 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei kemarin, serta hasil konsolidasi yang dilakukan beberapa kali; segenap BEM universitas, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), dan elemen-elemen lainnya yang ada di Banyumas melakukan aksi mimbar bebas pada Jumat (3/5). Tajuk yang dibawakan berisi dua seruan: ”Naikkan Upah Buruh dan Berikan Pendidikan Gratis untuk Menunjang Kesejahteraan Umum Rakyat Indonesia”. Ada beberapa tuntutan dari gagasan tersebut, di antaranya yaitu mudahkan akses pada aspek pendidikan, pencabutan UU Ciptaker, dan naikkan upah buruh.












