“Orkestra dari Reruntuhan”

Oleh: Salsabila Isti Amanita

Ilustrasi: Linggar Putri Pambajeng
Ilustrasi: Linggar Putri Pambajeng

Pernah ia tergelincir dalam jurang nestapa,
menyulam kegagalan laksana anyaman tak sempurna,
tiap retakan menjerit seperti seruling patah,
namun ia terus menggurat langkah, meski di atas serpihan luka.

Hari-hari yang muram bagai arakan awan arkais,
menggantung berat di langit nuraninya,
namun ia bertahan, bagai pohon tua menantang angin,
akar tekadnya menancap di tanah getir kehidupan.

Ia menelan badai sebagai firasat penguat,
menjadikan derita sebagai kitab pembelajaran,
meresapi tiap kerikil sebagai mantra ketabahan,
hingga perih menjelma zamrud pengalaman.

Lalu fajar pun retak di ufuk penantian,
kemenangan hadir bukan sebagai ilusi semu,
tetapi sebagai simfoni dari segala luka,
menggema, mengabarkan: perjuangan tak pernah sia-sia.

Syukur pun merekah seperti mawar abadi,
dihaturkan pada Sang Penggenggam takdir,
yang mengguratkan jalan dari kabut ke cahaya,
dan tak pernah alpa mendengar lirih doa di ufuk sunyi.

Kepada jiwa yang pernah meniupkan asa,
ia berterima kasih setulus samudra,
sebab dari suaramu yang teduh bagai senandung purba,
ia belajar: kemenangan selalu lahir dari keberanian hidup.

Editor: Amanda Putri Gunawan

  • Redaksi

    beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

    Postingan Terkait

    Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

    Oleh: Abida Fitratussawa Pagi datang dengan wajah pucat. Langkah kaki tetap berjalan di tengah hati yang…

    Sebuah Elegi di Sore Hari

    Oleh: Lintang Fitriana Dalam lorong yang kehilangan pagi, seorang ibu mengayun langkah tanpa gizi, menenteng pasar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Jangan Lewatkan

    Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

    Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

    Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

    Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

    Sebuah Elegi di Sore Hari

    Sebuah Elegi di Sore Hari

    Tamasya Tempat Kakek

    Tamasya Tempat Kakek

    Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

    Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

    Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

    Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?