Kemerdekaan di Ujung Aspal Desa Paseh

foto:  Cipto
foto: Cipto

Oleh: Sucipto

Ribuan helai daun salak bergotong royong secara alami menutup terik matahari yang jatuh ke aspal Dusun Duren (RW 4), Desa Paseh, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Di bawahnya, air sungai mengalir deras pertanda salah satu sumber kehidupan masih aman terjaga.

Pukul dua sore ular pohon salak terhentak merasakan getaran genderang yang ditabuh. Semakin lama semakin kencang dan ramai tabuhan itu, disusul suara ratusan orang menyanyikan lagu Hari Merdeka.

Ketenangan Desa Paseh berubah ramai di 17 Agustus 2014 siang. Desa yang sebagian besar warganya bertani salak ini, merapikan capingnya sejenak untuk berkumpul bersama di Dusun Duren. Mereka rela “berubah” sejenak dari kepribadian dan latar belakang mereka.

Mereka berpakaian unik dan kreatif. Ada yang berpakaian dokter, sarjana, pahlawan, tentara, dan beraneka profesi lainnya. Bukan hanya itu, ada beberapa warga yang merelakan tenaganya untuk menghias motor dan mobilnya bernuansa merah putih, sangat kreatif.

Derap sepatu pantofel dua warga berpeci dan berpakaian putih-putih bak Paskibraka menyusup di keriuhan. Mereka adalah dua orang warga Desa Paseh yang diberi mandat khusus oleh warga untuk berada di garis depan membawa spanduk bertuliskan “Pawai Warga Desa Paseh Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI ke-69”. Di belakangnya, ratusan warga Desa Paseh dari 24 RT atau 4 Dusun berbaris mengikuti.

Setelah mendapat aba-aba dari penanggungjawab lapangan, ratusan warga bernyanyi makin kencang dan berjalan pertanda pawai dimulai. Pawai warga Desa Paseh dimulai dari Dusun Duren (RW 4) ke RW 1 dengan jarak kurang lebih 1 KM berjalan kaki di jalan aspal yang naik turun.

Dengan tawa lepas dan semangat berapi-api, setiap perwakilan RT bernyanyi dan menari dalam pawai tersebut. Ada yang tertawa karena menertawakan warga lain yang berkostum aneh, ada juga yang tertawa sumringah karena desanya berubah ramai. Desa Paseh merupakan salah satu tempat untuk menempa mahasiswa Unsoed dalam program KKN 2014. Semua mahasiswa yang KKN di sana ikut dalam pawai tersebut. Mereka membaur bersama warga untuk ikut pawai.

Mima, salah satu peserta KKN Posdaya Unsoed Desa Paseh mengaku sangat senang melihat kekompakan warga. Ia tidak mendapatkan kemeriahan semacam itu di lingkungan tempat tinggalnya. “Rasanya beda, nemu hal yang baru. Kalau di rumah flat, belum pernah merayakan HUT RI kayak kemarin,” papar mahasiswi Jurusan Biologi 2011 itu.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Menyoal Evaluasi dan Tata Kelola LPPM Unsoed Pascaprotes Materi Pembekalan KKN

Penulis: Andika Brilyan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (LPPM Unsoed) menyelenggarakan pembekalan…

Di Balik Perubahan Hasil Lomba Tari Peksimitas: Polemik, Mediasi, dan Evaluasi Transparansi

Penulis: Lovely Mozza Permata Moty Nurhamidin Perubahan hasil kejuaraan dalam cabang tari pada ajang Pekan Seni…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

(500) Days of Summer: Mengapa Kita Sering Salah Paham Soal Cinta?

(500) Days of Summer: Mengapa Kita Sering Salah Paham Soal Cinta?

Menyoal Evaluasi dan Tata Kelola LPPM Unsoed Pascaprotes Materi Pembekalan KKN

Menyoal Evaluasi dan Tata Kelola LPPM Unsoed Pascaprotes Materi Pembekalan KKN

Di Balik Perubahan Hasil Lomba Tari Peksimitas: Polemik, Mediasi, dan Evaluasi Transparansi

Di Balik Perubahan Hasil Lomba Tari Peksimitas: Polemik, Mediasi, dan Evaluasi Transparansi

Tikus, Pohon, dan Aktivitas Pembangunan: Penyebab Listrik Kerap Padam di  Area Grendeng dan Karangwangkal

Tikus, Pohon, dan Aktivitas Pembangunan: Penyebab Listrik Kerap Padam di  Area Grendeng dan Karangwangkal

Gie: Tajam dalam Tulisan, Kritis dalam Pemikiran, Menolak untuk Bungkam

Gie: Tajam dalam Tulisan, Kritis dalam Pemikiran, Menolak untuk Bungkam

Misteri di: Balik Timbulnya Alas Roban

Misteri di: Balik Timbulnya Alas Roban