Off Bid Massal Ojek Online Berimbas pada Mahasiswa Unsoed yang Gunakan Jasanya

Ribuan pengemudi Ojek Online memenuhi halaman pendopo wakil bupati (22/8). Foto: Nur Komariah

PURWOKERTO-Aksi mogok narik dengan mematikan layanan (off bid) yang dilakukan pengemudi Ojek Online (Ojol) se-Banyumas menghambat aktivitas mahasiswa Unsoed.

Biasanya hampir setiap hari, Intan Amalia Latifah, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Unsoed ini memanfaatkan Ojol untuk membantu mobilitasnya. Alasan Intan memilih Ojol karena ia menghindari repotnya menggunakan angkutan umum lain yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai di tempat tujuan.

Intan yang pada hari Kamis (22/8) berniat menggunakan jasa Ojol untuk menghadiri rapat, mendapati tidak satupun Ojol yang aktif. Ia akhirnya menggunakan angkutan umum lain meski akhirnya terlambat sampai di tempat acara.

Intan merasa merugi dengan adanya aksi off bid massal ini. Menurutnya, sebelum ada aksi, perlu ada pemberitahuan kepada pelanggan supaya pelanggan bisa mempersiapkannya.

“Kita (mahasiswa-red) kan orang-orang yang dituntut dalam hal efisiensi waktu, ke mana-mana mempertimbangkan waktu. Kalau kayak gini, berimbas ke pengguna (Ojol-red),” sesal Intan saat diwawancarai Sketsa.

Pengguna Ojol lainnya, Amalina Fajriah, mahasiswa Ilmu Hukum Unsoed yang biasa memanfaatkan jasa order makanan dari Ojol juga menyesalkan adanya aksi off bid massal ini.

“Jadi lama, jadi harus sabar pas enggak dapat-dapat Ojolnya buat pesen gofood (jasa order makanan-red),” jelas Amalina.

Pasalnya, ribuan pengemudi Ojol melakukan aksi off bid massal mulai tanggal 21 Agustus. Adanya penurunan insentif dan tingginya tuntutan performa menjadi penyebabnya.

“Insentif 80 ribu jadi 40 ribu itu Gojek dan Grab untuk skema performa masih terlalu tinggi. Seakan-akan kita itu kerja rodi,” jelas perwakilan paguyuban R2 Banyumas, paguyuban yang anggotanya para pengemudi Ojol.

Selain aksi off bid massal, berbagai usaha lain telah dilakukan pengemudi Ojol guna mengembalikan besaran insentif seperti semula.

Pengemudi Ojek Online meminta besaran insentif dikembalikan seperti semula (22/8). Foto: Nur Komariah

Diantaranya, mereka telah melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor operasional Gojek dan Grab Cabang Purwokerto pada 21 Agustus, yang mengakibatkan kantor operasional tersebut ditutup untuk sementara waktu.

Selanjutnya di tanggal 22 Agustus, para pengemudi yang identik dengan warna hijau tersebut mendatangi Pendopo Wakil Bupati Banyumas guna mengadukan masalah ini. Massa yang berjumlah ribuan tersebut kemudian ditemui oleh Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Laksono.

Massa menyampaikan aspirasi mereka dihadapan Sadewo.

Sadewo kemudian meminta pengemudi Ojol membentuk paguyuban transportasi online Banyumas agar pihaknya dapat membawa masalah ini ke Jakarta atas nama satu paguyuban.

‌”Nanti saya akan coba bantu memfasilitasi dan bertemu pihak Grab dan Gojek. Saya pikir apabila semua masalah diselesaikan seperti ini, ya selesai lah,” tutur Sadewo saat diwawancarai seusai menemui massa. ‌

‌Sembari menunggu tindakan lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), pengemudi Ojol Banyumas kompak kembali on bid pada Jumat (23/08/2019). [Afifah Dwi Marhaeni]

Reporter: Afifah Dwi Marhaeni dan Nur Komariah
Editor: Mukti Palupi

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penulis: Farah Fauziah Sosialisasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode Juli–Agustus 2026 memicu…

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Penulis: Reny Diah Merriola Prosesi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode 2026–2030 telah mencapai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Atas dan Bawah

Atas dan Bawah

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

Genggaman yang Menyelamatkanku

Genggaman yang Menyelamatkanku