Eksotika Sirkus Kontemporer Asal Perancis

El Nucleo sedang beraksi di depan penonton (Yudi)
El Nucleo sedang beraksi di depan penonton (Yudi)

PURWOKERTO–Minggu siang (9/6) langit Purwokerto nampak mendung kelabu. Hal tersebut tidak mengurangi canda tawa dan kemeriahaan pertunjukan Sirkus Kontemporer asal negara Eifel, Perancis di Kampus Jurusan Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.

Merekalah El Nucleo, kelompok sirkus kontemporer asal Prancis, yang dengan ramah dan jenakanya beraksi di halaman kampus Ilmu Budaya. Aksi-aksi akrobatik yang menakjubkan membuat para penonton semakin merasa terhibur.

Perbedaan warna kulit kedua pemain El Nucleo tak menjadi penghalang kekompakan mereka untuk melakukan aksi sirkus yang sangat menghibur. Keceriaan yang diciptakan oleh El Nucleo seakan menyamaratakan para penonton yang hadir. Dosen, mahasiswa, dan masyarakat sekitar kampus berkumpul dan tertawa bersama dalam sebuah kehangatan.

Hujan yang sempat menunda jalannya pertunjukan yang diselenggarakan oleh Institut Franccedilais Indonesia (IFI) ini, tidak menyurutkan semangat El Nucleo untuk menunjukkan aksi akrobatiknya. Setelah hujan reda, El Nucleo beraksi dengan sangat bersemangat. Kucuran keringat yang membasahi personel El Nucleo menambah keeksotisan aksi akrobatik mereka. Interaksi yang dilakukan El Nucleo kepada penonton juga semakin mengakrabkan suasana di dalam arena sirkus.

Dimas Jayasrana, penyelenggara dan wakil atase kebudayaan IFI, mengatakan bahwa roadshow sirkus kontemporer ini diadakan di empat kota di Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Festival Seni Budaya Perancis dengan 14 program dan 55 pertunjukan yang masing-masing tersebar di 13 kota di Indonesia.

Menurut Dimas, kerjasama dengan pihak universitas adalah salah satu pondasi terpenting dari program yang diadakan oleh IFI. Purwokerto memang bukan kota besar di Jawa Tengah, namun keberadaan Purwokerto menjadi daya tarik tersendiri dan membuat IFI merasa tertantang untuk menggelar pertunjukan seni budaya Perancis. “Yang kami pikirkan adalah semua orang berhak mendapatkan akses tontonannya,” ungkap Dimas.

Jurusan Ilmu Budaya Unsoed sebagai tempat diselenggarakannya acara, merasa bangga dengan adanya acara ini. Dr. Syaifur Rochman, M.Ed, TESOL, Kajur Ilmu Budaya, menyatakan bahwa kerjasama dengan IFI ini merupakan langkah awal bagi Jurusan Ilmu Budaya yang mungkin kedepannya akan memperluas korelasi Internasionalnya. Ia juga berharap bahwa nantinya pertunjukan seperti ini bukan hanya dapat dinikmati oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Budaya saja. “(Acara ini-red) bukan hanya untuk mahasiswa Ilmu Budaya, tapi ini bisa digunakan oleh seluruh mahasiswa Unsoed,” ungkapnya. (Rachma)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru