Menanggapi SK UKT, #SaveSoedirman Aksi Teatrikal

Pembacaan puisi Sajak Pertemuan Mahasiswa (W.S. Rendra) oleh salah satu peserta aksi. (Sucipto)
Pembacaan puisi Sajak Pertemuan Mahasiswa (W.S. Rendra) oleh salah satu peserta aksi. (Sucipto)

PURWOKERTO– Mahasiswa yang tergabung dalam gerakan #SaveSoedirman melakukan Aksi teatrikal, Minggu (28/4). Aksi ini digelar sebagai tanggapan dari #SaveSoedirman terkait SK Rektor tanggal 15 April 2013 tentang UKT. SK Rektor tersebut dianggap tidak sesuai dengan pernyataan yang ditandatangani Rektor Unsoed, Prof. Edi Yuwono, Ph.D, tanggal 17 Desember 2012 lalu.

Penguburan mayat buatan sebagai simbol  hati nurani Rektorat. (Sucipto)

Dengan mengenakan pakaian hitam dan membawa peti mati, mahasiswa memulai aksi di Jalan Kampus. Aksi dimulai dengan pembacaan puisi Sajak Pertemuan Mahasiswa karya W.S Rendra di pertigaan lampu merah jalan Kampus.

Aksi dilanjutkan dengan long march ke TPU Grendeng. Selama perjalanan, mahasiswa menyerukan bahwa rektorat adalah penghianat. “Rektorat penghianat!” seru mahasiswa. Puncak dari aksi ini adalah penguburan mayat buatan yang merupakan simbol hati nurani rektorat. #SaveSoedirman akan melakukan aksi lanjutan setelah UTS. “Kami akan melakukan beberapa gerakan lanjutan lagi,” papar salah satu peserta aksi, Agam Imam Pratama, Mahasiswa Politik 2010. (Sucipto)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Penulis: Muhamad Ade Ravi Mengusung tema besar Gemah Ripah Loh Jinawi, perhelatan kebudayaan Lengger Bicara 2026…

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru