Visi

Oleh: Helda Puspitasari*
Ilustrasi: Fahry Ammar Maulidian

Salam mimpi yang terbaca lewat gerak desir nadi yang mencabangkan akar-akar kehidupan,

merapalkan senyum harapan mengalun bersama napas angin

Diftong-diftong keras menggapai puncak boma melodi sarat hasrat emosi

Pori-pori harum Pertiwi memekikkan seruak bumi pekuburan

Detak-detak sanggul buana raya

Tercium engkau pada cemerlang wajah purnama nan juwita

Serbuk sari dipermainkan ia ke pucuk-pucuk rindang tubuh kokoh menopang langit

Siluet dominan di kanvas agung ini

Sindhung yang sembunyikan

Titipkan jasadnya pada semerbak harum bangkai, samar debu yang lahap ruhnya, atau pada

gemerisik tarian klorofil mengalir

 

*Penulis, Mahasiswa D3 Bahasa Mandarin Unsoed Angkatan 2017.

 

Catatan Redaksi:
Tulisan ini dimuat ulang dari Buletin InfoSketsa Edisi 35 | Agustus 2018 bertema “Setelah Uang Pangkal Berlaku” pada Rubrik Sastra.

 

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Kisah Para Raja

Oleh: Reny Diah Merriola Hari Senin ke kota lama, Pulangnya membawa kain jerami, Banyak orang menjaga…

Anomali Empat Penjuru

Oleh: Dina Fitria Salsabila Dulu aku hanya setitik tinta di sudut kertas yang sepi,  melukis garis-garis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Kisah Para Raja

Kisah Para Raja

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Prabowo-Gibran

Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Prabowo-Gibran

Belajar Memahami Perbedaan melalui Film Swapped

Belajar Memahami Perbedaan melalui Film Swapped

Anomali Empat Penjuru

Anomali Empat Penjuru

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan