Oleh: Hana Talita
Ilustrasi: Aulya Desya
Lorong sunyi tampak berdebu
Langkah pulang tersandung batu
Katanya tempat mencari ilmu
Mengapa suara justru dibisu?
Ekspresi muka melukis tawa
Tetapi langkah kaki terasa lara
Gedung tinggi penuh wibawa
Nurani rendah tak bersuara
Burung terbang tanpa suara
Tatap mata penuh tanya
Saat korban mencoba bicara
Pertama ditanya, mana buktinya?
Senja muram menuju utara
Langit mendung berganti cuaca
Gelar rapat sibuk menjaga citra
Luka korban luput dibaca
Melihat burung terbang berlima
Menghampiri cahaya di ujung sana
Hebat benar menjaga nama
Hingga suara hilang makna
Saat hati penuh prasangka
Jalan pulang sunyi suasana
Yang bersuara tinggal menyimpan luka
Sebab tindak lanjut entah ke mana
Editor: Annisa Dwi Rahman