Di Balik Perubahan Hasil Lomba Tari Peksimitas: Polemik, Mediasi, dan Evaluasi Transparansi

Penulis: Lovely Mozza Permata Moty Nurhamidin

Tangkapan Layar X yang Berisi Opini Mengenai Kejuaraan Peksimitas

Perubahan hasil kejuaraan dalam cabang tari pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Universitas (Peksimitas) yang dilaksanakan pada Rabu (13/5/2026) di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memicu dinamika di kalangan peserta. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) yang sebelumnya berada di posisi juara pertama harus turun menjadi juara kedua, sementara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) naik ke posisi puncak. Perubahan ini menimbulkan respons dari pihak peserta yang merasa tidak puas terhadap hasil akhir. 

Perubahan Hasil Penilaian Tari

Koordinator acara Peksimitas, Sendy Noviko, menjelaskan bahwa panitia tidak terlibat dalam proses penilaian peserta. Menurutnya, seluruh penilaian diserahkan kepada dewan juri yang telah diberikan kewenangan penuh untuk menentukan hasil perlombaan. Namun, panitia tetap memastikan bahwa hasil penilaian sesuai dengan pedoman yang berlaku.

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah ketentuan bahwa karya yang dilombakan harus merupakan karya tari baru. Sendy mengaku sempat mengingatkan dewan juri untuk kembali mencermati pedoman perlombaan terkait aspek tersebut. “Jadi, saya mengingatkan agar dewan juri baca kembali pedomannya. Yang saya notice waktu itu untuk tari, tolong diperhatikan tarian yang bisa dilombakan adalah bunyi redaksinya Karya Tari Baru,” ujarnya saat wawancara. 

Munculnya informasi mengenai dugaan ketidakbaruan tari yang dilombakan mendorong panitia meminta dewan juri melakukan konfirmasi ulang kepada pelatih tim yang masuk tiga besar. Koordinator acara Peksimitas mengatakan bahwa panitia perlu melakukan verifikasi langsung kepada pihak terkait sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, berbagai informasi yang beredar mengenai keaslian karya tari tidak dapat dijadikan dasar tanpa adanya konfirmasi dari pelatih masing-masing kelompok tari. “Kita sebagai panitia tidak bisa menerima informasi sepihak, kita perlu konfirmasi,” katanya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil didasarkan pada fakta dan bukan sekedar informasi yang beredar di kalangan peserta.

Panitia juga menegaskan bahwa aspek orisinalitas merupakan salah satu syarat utama dalam perlombaan. “Kalau misalnya itu mungkin dari orisinalitas tari ya, di situ kan ada peraturannya bahwa tarian tersebut itu harus orisinalitas, harus benar-benar dibuat dari awal gitu,” ujar Ichel (nama samaran) selaku Panitia Peksimitas.

Polemik dan Upaya Klarifikasi

Perubahan hasil kejuaraan memicu berbagai tanggapan di lingkungan kampus. Sejumlah opini berkembang di media sosial dan mendorong munculnya permintaan agar panitia maupun pihak terkait memberikan penjelasan mengenai proses perubahan hasil penilaian. 

Menanggapi situasi tersebut, pihak universitas telah memfasilitasi mediasi yang melibatkan panitia, dewan juri, serta para pelatih yang dilaksanakan pada Selasa (26/5/2026). Forum tersebut bertujuan untuk mempertemukan seluruh pihak yang terlibat sekaligus memberikan ruang klarifikasi atas persoalan yang berkembang. Menurut Sendy, mediasi menjadi langkah yang dianggap paling tepat untuk menyelesaikan persoalan secara langsung. Namun, ia menyayangkan ketidakhadiran tim FIKES dalam forum tersebut. “Yang diundang itu panitia, dewan juri, tim dari FISIP, tim dari FIKES, Wakil Dekan (WD) 3 masing-masing, sama pelatih. Ya saya rasa ini kan memenuhi komponen yang memang kita butuhkan ya untuk konfirmasi, tetapi yang sangat disayangkan dari FIKES enggak datang. Padahal mereka yang minta mediasi,” kata Sendy.

Di sisi lain, panitia mengaku telah berupaya menjaga keterbukaan informasi selama proses perlombaan berlangsung. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menampilkan berita acara dan hasil kejuaraan pada malam puncak sebagai bentuk transparansi kepada peserta dan penonton.

Tangkapan Layar Mengenai Surat Pernyataan dari Pihak Artual Dance Club (ADC) FISIP Unsoed

Transparansi Penilaian Jadi Sorotan

Terlepas dari polemik yang terjadi, sejumlah mahasiswa menilai bahwa peristiwa ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan Peksimitas di masa mendatang. Salah satu hal yang paling banyak disoroti adalah transparansi penilaian.

R, mahasiswa Fakultas Hukum (FH), menilai peserta perlu memperoleh penjelasan yang lebih rinci mengenai hasil penilaian juri. “Mungkin transparansi nilainya aja sih, itu yang paling jadi highlight karena ya kan sebenarnya seni itu objektif. Kita udah sering dengar tergantung jurinya seleranya kayak gimana, kalau kayak begitu, yang menurut kita bagus tetapi menurut jurinya enggak kan pasti beda,” ujar R sebagai penonton dan peserta lomba kepenulisan.

R, mahasiswa FH Unsoed, menilai bahwa transparansi penilaian dapat ditingkatkan dengan memberikan kritik atau catatan dari dewan juri terhadap setiap karya. Menurutnya, karena kompetisi berlangsung di tingkat universitas dan melibatkan juri yang kompeten, masukan tersebut dapat dikembalikan kepada peserta sebagai bahan evaluasi sehingga karya mereka dapat ditinjau kembali dan menjadi pembelajaran untuk pengembangan di lomba selanjutnya.

Sementara itu, N, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), berharap proses penilaian dan penetapan juara pada penyelenggaraan berikutnya dapat dilakukan dengan lebih terbuka agar tidak memunculkan spekulasi maupun rumor yang berpotensi merugikan banyak pihak. “Semoga saja di tahun depan tidak ada lagi kasus-kasus seperti itu, karena pastinya bukan hanya dari fakultas doang atau nama fakultas doang yang dirugikan, tetapi juga dari setiap individunya juga merasa dirugikan juga,” ungkap N.

Masukan lain datang dari Mawar (nama samaran) mahasiswa FISIP. “Menurut kita ya dari yang kemarin itu, kalau emang ada technical meeting (TM) terkait juknis gitu harus lebih diperjelas, disosialisasikan dengan baik,” ujar Mawar. Menurutnya, pelaksanaan TM masih dirasa kurang jelas, ia juga menilai dewan juri kurang melakukan sosialisasi terkait petunjuk teknis (juknis).

Mawar berharap panitia dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait berbagai aspek pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, sosialisasi, baik kepada peserta maupun juri melalui TM, perlu dilakukan secara jelas agar tidak menimbulkan polemik maupun miskomunikasi serupa di kemudian hari. Kejelasan aturan, transparansi penilaian, serta mekanisme klarifikasi yang efektif dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan peserta terhadap penyelenggaraan Peksimitas yang akan datang.

Editor: Velen Candra Nadia

Reporter: Abida Fitratussawa, Artika Putri Kinanti, Farah Fauziah, Velen Candra Nadia, Lovely Mozza Permata Moty Nurhamidin

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Tikus, Pohon, dan Aktivitas Pembangunan: Penyebab Listrik Kerap Padam di  Area Grendeng dan Karangwangkal

Penulis: Lintang Fitriana Grendeng dan Karangwangkal, dikenal sebagai pusat aktivitas mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Deretan…

Mahasiswa Serukan Evaluasi Kepemimpinan Rektor dalam Agenda Ngopi Bareng

Penulis: Lovely Mozza Permata Moty Nurhamidin Seruan bertajuk “Ngopi Bareng Rektor” digelar pada Jumat (5/6/2026) di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Di Balik Perubahan Hasil Lomba Tari Peksimitas: Polemik, Mediasi, dan Evaluasi Transparansi

Di Balik Perubahan Hasil Lomba Tari Peksimitas: Polemik, Mediasi, dan Evaluasi Transparansi

Tikus, Pohon, dan Aktivitas Pembangunan: Penyebab Listrik Kerap Padam di  Area Grendeng dan Karangwangkal

Tikus, Pohon, dan Aktivitas Pembangunan: Penyebab Listrik Kerap Padam di  Area Grendeng dan Karangwangkal

Gie: Tajam dalam Tulisan, Kritis dalam Pemikiran, Menolak untuk Bungkam

Gie: Tajam dalam Tulisan, Kritis dalam Pemikiran, Menolak untuk Bungkam

Misteri di: Balik Timbulnya Alas Roban

Misteri di: Balik Timbulnya Alas Roban

Keheningan

Keheningan

Mahasiswa Serukan Evaluasi Kepemimpinan Rektor dalam Agenda Ngopi Bareng

Mahasiswa Serukan Evaluasi Kepemimpinan Rektor dalam Agenda Ngopi Bareng