Riungan Sandiwara

Oleh: Andika Brilyan

Ilustrasi: Muhammad Nur Siddiq
Ilustrasi: Muhammad Nur Siddiq

Di balik kaca bening, wajah-wajah dipajang rapi

senyum disusun bagai barang dagangan

retak disembunyikan dalam diam

meski riuh batin tak pernah benar-benar padam

 

Langkah-langkah bergerak serempak

seolah arah telah ditentukan tanpa tanya

perbedaan dikecilkan perlahan

hingga yang tersisa hanyalah keseragaman

 

Sorak terdengar nyaring di permukaan

namun hampa menggema di ruang terdalam

tepuk tangan berulang tanpa makna

penaka gema yang kehilangan sumber suara

 

Nilai manusia dihitung lewat angka

ditimbang dari banyaknya mata memandang

harga diri dinegosiasikan tiap hari

di pasar validasi yang tak pernah sepi

 

Bak katak dalam tempurung sempit

langit kecil diagungkan setinggi mungkin

padahal luas dunia tak tersentuh pandang

hanya bayang yang dipuja sebagai kenyataan

 

Cermin berdiri di sudut yang sepi

namun sering dihindari tanpa alasan pasti

ilusi lebih mudah dipeluk hangat

daripada luka yang meminta diakui perlahan

 

Pada akhirnya, manusia tetap manusia

rapuh di balik gemerlap yang dipaksakan

terus berpura-pura menjadi cahaya

di etalase yang tak pernah benar-benar hidup

Editor: Kania Nurma Gupita

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Demi Gelar

Oleh: Kania Nurma Gupita Bersama dia yang selalu di hati, Kopi hangat teman di malam sepi.…

Simfoni di Ambang Batas

Oleh: Dina Fitria Salsabila Di pelupuk matamu, euforia itu perlahan meluruh,  menjadi butiran keringat di atas…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Demi Gelar

Demi Gelar

Simfoni di Ambang Batas

Simfoni di Ambang Batas