Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Refleksi Kebijakan untuk Banyumas yang Lebih Baik

Oleh: Hasna Nailah Ramadhani

Massa aksi di depan Pendopo Bupati Banyumas (23/2/2026) (beritaunsoed.com/Tegar Pri Antony)
Massa aksi di depan Pendopo Bupati Banyumas (23/2/2026) (beritaunsoed.com/Tegar Pri Antony)

Sejumlah mahasiswa bersama elemen masyarakat Purwokerto mengadakan aksi Mimbar Bebas Banyumas Problematik pada Senin (23/2/2026) untuk menyuarakan keresahan dan aspirasi kepada para birokrat kabupaten Banyumas. Aksi ini didorong oleh kebijakan pemerintah yang dinilai menindas rakyat.

Massa aksi di jalan raya sekitar Alun-Alun Purwokerto (23/2/2026) (beritaunsoed.com /Tegar Pri Antony)
Massa aksi di jalan raya sekitar Alun-Alun Purwokerto (23/2/2026) (beritaunsoed.com /Tegar Pri Antony)

Aksi ini diinisiasi oleh Adrian Wismar Muthe selaku Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Telkom University, sebagai wadah untuk menyampaikan realita yang tengah terjadi di masyarakat.

Massa aksi berkumpul di Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto sebagai titik awal sebelum melanjutkan aksi di depan Pendopo Bupati Banyumas hingga jalan raya sekitar Alun-Alun Purwokerto. Isu sosial dan pendidikan, kerusakan lingkungan, dugaan kekerasan oleh aparat, serta isu ekonomi menjadi poin-poin tuntutan yang disampaikan selama aksi berlangsung. 

Kerusakan lingkungan yang terjadi di Banyumas akibat pertambangan ilegal menjadi salah satu isu utama dalam aksi ini. Mahasiswa dan masyarakat berharap akan ada pertanggungjawaban dari Pemerintah Daerah (Pemda) sehingga masalah kerusakan alam dapat teratasi.

Para demonstran juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berdampak terhadap akses pendidikan di Indonesia. Adrian menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pendidikan yang dialokasikan untuk program MBG berdampak kepada mahasiswa dan anak-anak yang ingin menempuh pendidikan.

Isu ekonomi yang diangkat dalam aksi ini adalah mengenai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Banyumas yang dinilai masih rendah di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat. Orator juga menyampaikan mengenai dugaan tindakan represif aparat serta ruang-ruang demokrasi yang semakin diperkecil dengan adanya tahanan politik yang belum dibebaskan, baik di Banyumas maupun di seluruh Indonesia.

Azza Febra Pramudika selaku Presiden BEM Universitas Jenderal Soedirman, menyatakan bahwa sebagai mahasiswa, sudah sepantasnya ikut menyuarakan dan menuntut apa yang menjadi haknya. “Harapannya akan ada diskusi publik antara pihak bupati atau DPRD dengan mahasiswa untuk kemudian aspirasi-aspirasi tersebut akan disampaikan secara nasional,” ungkapnya dalam sesi wawancara bersama awak Skëtsa (23/2/2026).

Setyawan, koordinator lapangan saat diwawancarai awak Skëtsa (23/2/2026) (beritaunsoed.com /Tegar Pri Antony)
Setyawan, koordinator lapangan saat diwawancarai awak Skëtsa (23/2/2026) (beritaunsoed.com /Tegar Pri Antony)

Setyawan, koordinator lapangan aksi Mimbar Bebas Banyumas Problematik menilai bahwa aksi ini dapat dijadikan sebagai poin refleksi untuk disampaikan kepada pemerintah kabupaten dalam rangka perayaan Hari Jadi Banyumas ke-455. Menurutnya, perayaan Hari Jadi Banyumas seharusnya tidak hanya berupa seremonial atau pesta belaka, melainkan sebagai ajang refleksi untuk menanggulangi dan mengatasi persoalan di Banyumas.

Editor: Velen Candra Nadia

Reporter: Abbiyu Regiano, Hasna Nailah Ramadhani, Tegar Pri Antony, Muhamad Ade Ravi, Lintang Fitriana, Widyana Rahayu, Manda Damayanti, Fadila Nuraini

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?