Pendosa Ialah Jemari dan Kaki

Karya: Nurul Irmah Agustina

Ilustrasi: Moch Zidan M.A.

 

Ilustrasi: Moch Zidan M.A.

Seorang jemari yang bersimbah larutan dosa

Tuangkan titisnya di sekujur raga sang rengsa

; Ia seremeh lidah yang berkata ‘tcih!’

; melayang liar sebentuk tampar dalam benci

 

Seekor kaki bermimikri tingkah jemari

Kali ini serupa pisau yang haus beraksi

Ia pun mengiris, dan mencipta kubangan luka manis

Tak dangkal—sekadar melebur dalam memoar sial

… dan daku sadar.

 

Dua pendosa ialah jemari dan kaki

Si empunya perangai bengis nan licik

; meremas sukma hingga remuk dalam senyum mabuk

Lagi berani, menginjak susila yang terbentuk

Apa kudu sang rengsa berlutut?

 

Sang rengsa perlahan merisik

“Biar tubuhku merekam noda-noda najis,

Lidahku masih suci tuk memaki para iblis,

Dan meski mata ini tak kuasa menangis

Ia masih kenal apa itu rasa perih.”

 

Mata dunia tak semestinya berkedip

Pandanglah lebar-lebar betapa biadab jemari dan kaki

Ia sang rengsa, bukan hanya ingin bebas

tetapi, butuh suara-suara yang membekas

jua percaya: tak semua manusia beringas.

Editor: Nur Laela

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Genggaman yang Menyelamatkanku

Oleh: Dwi Melani Novitasari Aku pernah merasa tenggelam. Bukan di laut yang luas atau sungai yang…

Esok Tetap Datang

Oleh: Sakila Budi Febriana Ilustrasi : Muhammad Nur Siddiq Pagi buta alarm berbunyi Mata berat, badan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

Genggaman yang Menyelamatkanku

Genggaman yang Menyelamatkanku

Esok Tetap Datang

Esok Tetap Datang

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa