Oleh Milly Rizkiyana Pratiwi Ilustrasi: Ghozi Itmam Aldani Senja yang dulu hangat bersinar Mulai redup dan hambar Bukan karena matahari yang enggan bersinar Tapi hati kita yang tak lagi segar Tangan yang erat menggenggam Kini longgar, bahkan hampir dilepas Seperti debu ditiup angin kelam Hilang perlahan, tak berbekas Langkah yang tidak lagi serasi Kau berlari, aku tertatih mencoba berani Dulu segala beda tak punya arti Kini, bak jurang pembunuh berduri Tatap yang dulu penuh binar cahaya Kini redup tanpa lagi bermakna Bukan karena hilang cinta Tapi waktu pengubah segalanya Tak perlu ada kata pemisah Karena semua tersirat adanya Dalam hening dan diam yang berkepanjangan Kita paham, ini akhirnya berkesudahan Editor: Amanda Putri Gunawan