Karage: Kuliner Favorit dari Negeri Sakura

Karage, makanan khas Jepang. Foto: Rachma Amalia
Karage, makanan khas Jepang. Foto: Rachma Amalia

PURWOKERTO–Bertempat di halaman Fakultas Ilmu Budaya Unsoed, sejumlah stan makanan terlihat berjejer dalam acara Fesival Jepang Unsoed (FJU), Minggu (4/10). Salah satu yang menarik adalah stan makanan yang menjajakan karage. Menurut Husni Ramadhan, penjual di stan karage, karage merupakan salah satu makanan favorit di sana.

Tak hanya bagi warga Jepang, ternyata, rasa karage yang gurih mampu memikat masyarakat Purwokerto. “Rasanya ke kita masuk. Ya cocok, karena rasanya kan nggak terlalu asin, nggak terlalu apa,” tutur Christian Jhosua Adhitya, mahasiswa Sastra Inggris FIB Unsoed, yang mengaku baru pertama kali mencicipi karage.

 “Jadi isinya tuh nasi, sayuran yang diisi tepung terus digoreng, terus dikasih ayam. Ya makanan khas Jepang. Basicnya sih (aslinya–red) ayamnya doang,” jelas Husni, yang pernah berkesempatan menapakkan kaki di Negeri Sakura dalam program Japanese Studies 2014.

Adanya sayuran berbalur tepung yang digoreng dalam semangkuk karage hanya sebagai tambahan saja. Sayuran tersebut dikategorikan sebagai tempura, yang juga merupakan makanan khas Jepang. “Tempura itu gorengan sih, gorengan yang dibalur tepung gitu, apapun itu. Biasanya juga kalo di Jepang, onion ring (sejenis makanan dari bawang-red) aja bisa disebut tempura,” tambahnya.

Selain kuliner khas Jepang seperti karage, dalam FJU juga diramaikan dengan wahana rumah hantu, pertunjukan band, serta pameran Action Figure, dan Costum Player yang menampilkan tokoh-tokoh anime Jepang. FJU ini pun berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB dan ditutup dengan pesta kembang api. (Rachma Amalia)

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Modus Penipuan Berdalih Nazar Rugikan 7 Korban di Purwokerto, Penanganan Kasus Dipertanyakan

Penulis: Manda Damayanti Modus penipuan baru menelan total tujuh korban di Purwokerto, tiga di antaranya telah…

Proses Panjang Berujung Vonis Ringan, Keadilan Kasus Tahanan Politik Diperdebatkan

Penulis: Aulya Desya Pengadilan Negeri Purwokerto pada Rabu pagi (29/4/2026) menjatuhkan vonis 6 bulan 7 hari…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Modus Penipuan Berdalih Nazar Rugikan 7 Korban di Purwokerto, Penanganan Kasus Dipertanyakan

Modus Penipuan Berdalih Nazar Rugikan 7 Korban di Purwokerto, Penanganan Kasus Dipertanyakan

Proses Panjang Berujung Vonis Ringan, Keadilan Kasus Tahanan Politik Diperdebatkan

Proses Panjang Berujung Vonis Ringan, Keadilan Kasus Tahanan Politik Diperdebatkan

Puisi di Tengah Arus Teknologi: Bertahan atau Tenggelam?

Puisi di Tengah Arus Teknologi: Bertahan atau Tenggelam?

Ketika Ilusi Menjadi Kebenaran: Resensi Film Now You See Me

Ketika Ilusi Menjadi Kebenaran: Resensi Film Now You See Me

Suara Bumi Martabat Jiwa: Spiritualitas dan Kreativitas dalam Banyumas Gamelan Festival

Suara Bumi Martabat Jiwa: Spiritualitas dan Kreativitas dalam Banyumas Gamelan Festival

Audiensi Digelar, Mahasiswa Soroti Pasal Karet dalam Perjanjian Kerja Sama dengan Polda Jateng

Audiensi Digelar, Mahasiswa Soroti Pasal Karet dalam Perjanjian Kerja Sama dengan Polda Jateng