Jelajah Parade Seni Budaya di 65 tahun Usia Jawa Tengah

Parade Seni Budaya Perayaan Hari Jadi Jawa TEngah ke-65. Foto: Supriono
Parade Seni Budaya Perayaan Hari Jadi Jawa Tengah ke-65. Foto: Supriono

Oleh : Supriono

PURWOKERTO–Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto, Jumat malam (21/8) dibanjiri oleh ribuan pasang mata. Mereka berasal dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Tengah untuk turut mengisi dan menyaksikan jalannya pembukaan pesta rakyat dalam rangka Hari Jadi ke-65 provinsi yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo ini.

Acara tersebut dibuka oleh Ganjar sekitar pukul 21.13 WIB, setelah gubernur yang pencalonannya diusung oleh PDI Perjuangan tersebut menempuh parade seni dengan jarak 2.8 km dari Bakorwil dengan menggunakan jip. Kemudian mobil yang diitumpangi Ganjar diikuti rombongan kontingen yang menampilkan seni dan budaya perwakilan dari 35 kabupaten dan kota se-Provinsi Jateng.

Partisipasi WNA

Pembukaan acara turut diwarnai dengan tampilnya delapan WNA asal Belgia yang tergabung dalam grup tari Sekar Lati asal Baturraden. Christhope Van Ende, salah satu penari menuturkan bahwa ia berlatih keras. “We prepared for three weeks, about fourty to sixty time practices,” papar Christhope.

Christophe menceritakan pengalamannya setelah menampilkan tarian Jaran Kore. “Sebenarnya kami merasa sangat cemas untuk memulainya (tarian-red), Gubernur pun sangat ramah. Kami rasa penampilan kami tidak bagus, tapi para penonton mengatakan bahwa penampilan itu bagus, saya merasa sangat senang,” ujarnya.

Pria asal Belgia tersebut pun kagum dengan budaya yang ada di Jawa Tengah. “Central Java culture is beautiful, so traditional. Sense that really touch with their gesture and their nature,”tutupnya.

 Beragam tujuan

“(Acara-red) sengaja dipusatkan di Banyumas, acara pesta rakyat diharap bergeser ke seluruh kabupaten tidak hanya di Semarang,” papar Prasetyo Aribowo, Kadinbudpar Jawa Tengah. Prasetyo juga menambahkan bahwa tujuan penyelenggaraan pesta rakyat tersebut adalah untuk menghidupkan hubungan provinsi dengan kabupaten, menghidupkan kreativitas seni yang ada di kabupaten, dan mendorong inovasi bersama.

Pak Rianto salah satu petugas parkir dilingkungan GOR Satria turut memberikan anggapan. “Ramai-ramainya disini karena ‘kandang banteng’,” tuturnya. Fakta yang dilontarkan Rianto memang tidak salah, kemenangan Ganjar tidak lepas dari status Banyumas yang merupakan kantung suara PDI Perjuangan yang turut memenangkan Achmad Husein pula dalam perebutan kursi Bupati Banyumas 2013 lalu.

Semangat peserta dan penonton

Parade seni yang berlangsung membuat para peserta sempat antre untuk masuk ke kawasan GOR Satria dan berjajar panjang di Jalan Prof. Dr. Suharso. “Gak papa setahun sekali, capek tidak dirasakan dan senang sekali,” ujar Cindy peserta parade yang berasal dari Kebumen. Serupa namun tak sama, Dayat warga yang berasal dari Purwokerto Wetan mengungkapkan bahwa ia turut menyaksikan parade untuk menuruti keinginan  sang anak.

Antusiasme masyarakat Banyumas, menurut Prasetyo, lebih dari masyarakat Semarang dalam menyambut dan menghadiri penyelenggaraan pesta rakyat yang menghabiskan biaya miliaran rupiah itu. “Ini pertama diluar Semarang dan partisipasi masyarakat lima kali lipat,” tandas Prasetyo.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Penulis: Muhamad Ade Ravi Mengusung tema besar Gemah Ripah Loh Jinawi, perhelatan kebudayaan Lengger Bicara 2026…

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan