Mantan Koordinator Somasi Sesalkan BEM Memisahkan Diri dari Somasi

Pintu Sekretariat BEM Unsoed yang jebol. Foto: Lely Zikri Zulhidayah
Pintu Sekretariat BEM Unsoed yang jebol. Foto: Lely Zikri Zulhidayah

PURWOKERTO–“Awal berdirinya Somasi sendiri gabung bersama BEM Unsoed,” papar Marsha Azka, selaku mantan Koordinator Somasi saat ditemui Selasa malam (26/5) seusai pertemuan Somasi dan BEM Unsoed. Aktivis yang juga tercatat sebagai Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Ranting Unsoed itu menjelaskan bahwa ada suatu hal yang berlainan setelah pergantian pimpinan BEM Unsoed Januari silam.

Forum yang diadakan oleh BEM Unsoed Senin malam (25/5) lalu menunjukan bahwa BEM Unsoed berjalan sendiri memisahkan dari Somasi. Forum tersebut yakni forum Teklap yang diadakan oleh BEM se-Unsoed untuk membahas perihal apa saja yang bakal disampaikan pada audiensi lanjutan yang dijadwalkan pada Selasa (26/5).

Pihak BEM Unsoed membatasi jumlah perwakilan angkatan 2014 dan BEM dari fakultas dan jurusan se-Unsoed di forum Teklap audiensi. Buntut dari kebijakan tersebut terjadi kericuhan yang mengakibatkan pintu Sekretariat BEM jebol. “Ganti rezim, ganti kebijakan,” tutur Ali, Presiden BEM Unsoed pada pertemuan dengan Somasi Selasa(26/5) malam menanggapi soal kebijakannya dalam menangani kasus UKT.

Baca juga: Somasi Ajak BEM Adakan Forum Klarifikasi

Baca juga: Alasan Sibuk, BEM Unsoed Tak Hadiri Forum Klarifikasi

Azka menilai bahwa ada suatu hal yang dilupakan oleh BEM Unsoed seusai ganti pemimpin dari Harfin ke Ali Husein terkait Somasi dan BEM Unsoed. “Ketika berubah kepemimpinan tidak ada klarifikasi dari BEM Unsoed untuk menyatakan terpisah dari Somasi dalam forum,” tutup Azka. (Supriono)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

oleh: Muhammad Fatkhun Nafiq Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Soedirman Open Chess Tournament (SOCT) ke-5 pada…

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penulis: Fadila Nuraini Forum Mahasiswa Nasional (FMN) Purwokerto menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Masalah-Masalah Rakyat yang Tak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

52 Hz

52 Hz

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penjajah Berdasi

Penjajah Berdasi

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa