Hujan Tak Halangi Aksi Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM

Aksi BEM Unsoed Menolak Kenaikan Harga BBM. Foto: Nurhidayat
Aksi BEM Unsoed Menolak Kenaikan Harga BBM. Foto: Nurhidayat

PURWOKERTO-Meskipun hujan, rencana demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Pusat Unsoed tetap terlaksana. Sekitar 30-an mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional beraksi dengan menutup setengah badan jalan HR Boenyamin. Sambil mengibarkan panji-panjinya, mereka berorasi menolak kenaikan harga BBM subsidi. “Jokowi JK Rezim antirakyat, Jokowi JK boneka amerika!” pekik mereka.

Meski sempat tertunda,sekitar pukul 17.20 WIB, kurang lebih dua puluh lima mahasiswa atas nama BEM Unsoed datang menggantikan aksi dari FMN. Dalam aksinya, mereka menyampaikan apa yang mereka sebut dengan “Ultimatum Soedirman”sambil membawa panji kuning khas BEM Unsoed.

Beberapa saat setelah BEM datang, kedua massa demonstran sempat orasi bersama. Namun, setelah itu FMN justru menyingkir dari arena aksi. Ncen, koordinator aksi FMN menyatakan bahwa memang mereka bukanlah aliansi, “Kita bukan aliansi, kita (FMN) kan gerakan respon cepat. Kita hanya kebetulan jadwalnya sama dengan mereka (BEM-red).”

Meski aksi tersebut menutup setengah jalan depan Unsoed, suasana tetap kondusif. Polisi yang berjaga di lokasi, Samsuri,pun memaklumi aksi tersebut. “Yang penting tidak menutup semua (lebar) jalansaja,”katanya. Sempat terjadi kemacetan sepanjang 200 meter ketika sebuah truk pengangkut tabung gas akan parkir di sebuah toko depan Unsoed.

Aksi mahasiswa ini mengecam keras keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Tepat pada pukul 00.00 WIB Selasa (18/11) pemerintah resmi menerapkan harga baru, naik sebesar Rp 2.000,- dari harga sebelumnya untuk masing-masing komoditi. Dengan demikian, harga premium naik dari Rp 6.500,- menjadi Rp 8.500,sedangkan solar dari Rp 5.500,- menjadi Rp 7.500,-.

Presiden berdalih, pengalihan subsidi dari sektor konsumsi ke sektor produksi ini akan diimbangi dengan paket perlindungan melalui kartu-kartu andalannya. “Untuk rakyat kurang mampu disiapkan perlindungan sosial berupa paket Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar,” jelasnya dalam pidato resminya. (Nurhidayat/AriMai Masturoh)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penulis: Farah Fauziah Sosialisasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode Juli–Agustus 2026 memicu…

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Penulis: Reny Diah Merriola Prosesi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode 2026–2030 telah mencapai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Atas dan Bawah

Atas dan Bawah

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

Genggaman yang Menyelamatkanku

Genggaman yang Menyelamatkanku