Jomblo Juga Punya Hak Suara di Pemilu

Aksi aliansi BEM Unsoed menyambut Pemilu 2014 (Muthia)
Aksi aliansi BEM Unsoed menyambut Pemilu 2014 (Muthia)

PURWOKERTO-Aliansi BEM Unsoed mengadakan aksi funwalk pengawalan pemilu 2014, Jumat (21/3). Aksi ini dimulai dari Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) hingga ke depan kampus Unsoed. Aksi tersebut mengecam golput serta mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suaranya.

“Saya jomblo, dan saya nyoblos,” begitulah salah satu suara yang dibawa peserta aksi sebagai bentuk anekdot. Status jomblo bukanlah alasan untuk menjadi golput. Jomblo atau tidak, semua memiliki hak konstitusional yang sama untuk berpartisipasi di pemilu 2014.

Puluhan mahasiswa yang melakukan aksi damai tersebut juga berjanji untuk melakukan pengawalan pemilu terhadap tiga sektor sampai pemilu Presiden. “Pertama yaitu penyelenggara pemilu, untuk yang kedua kita mengawal peserta pemilu dan yang ketiga adalah sektor pemilih,” kata Harfin selaku Presiden BEM-U.

Sambung Harfin, dari segi sektor penyelenggara, Aliansi BEM sudah bekerjasama dengan KPU dan Panwaslu untuk mengawal total pemilu 2014. Mereka juga menuntut pemilu bersih dan berkualitas.

Kemudian dari sektor kedua, peserta pemilu dituntut untuk melakukan pemilu yang bersih dan menghormati peraturan pemilu. Ia kemudian juga berjanji akan melapor kepada Panwaslu bila melihat ada politik uang.

Pada sektor yang ke tiga yaitu pemilih, Harfin meminta seluruh rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya dan bertanggung jawab. Adapun kendala yang dialami oleh mahasiswa perantauan, Aliansi BEM memfasilitasi pemindahan TPS dari tempat asal dengan menggunakan fotokopi KTP dan KK.

Untuk memberikan wadah kepada masyarakat dalam hal mengenal gagasan-gagasan Calegnya, maka Rabu (26/3) akan diadakan dialog bedah Caleg DPR RI. “Tidak akan ada kampanye terselubung seperti bendera partai yang memasuki kegiatan tersebut,” tegas Harfin. Harapan dari kegiatan tersebut adalah mengedukasi masyarakat tentang pemilu dan mengenalkan gagasan Caleg Dapil 8 untuk wilayah Cilacap dan Banyumas. (Muthia Kusuma Wardani)

 

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Penulis: Muhamad Ade Ravi Mengusung tema besar Gemah Ripah Loh Jinawi, perhelatan kebudayaan Lengger Bicara 2026…

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Makhluk Halus bernama Kucing

Makhluk Halus bernama Kucing

Tiny but Mighty: The Matilda Story

Tiny but Mighty: The Matilda Story