Rob : Bukan Banjir Biasa

Dua siswa SMA sedang melihat salah satu karya seni di Art Map "Rob".
Dua siswa SMA sedang melihat salah satu karya seni di Art Map “Rob”.

PURWOKERTO–“Semarang kaline banjir.” Begitulah sepenggal lirik lagu Jangkrik Genggong yang dipopulerkan Waljinah. Penggalan lirik tersebut sedikit menggambarkan keadaan kota Semarang. Bahkan, penggalan lirik tersebut seolah menjadi “karakter” yang akhirnya melekat dengan kota Semarang.

Semarang dan banjir memang tidak bisa dipisahkan. Sama seperti Jakarta, hampir setiap tahun Semarang terendam banjir. Ada yang berbeda dari banjir Semarang. Orang Semarang menyebutnya “Rob”. Rob adalah banjir akibat pasangnya air laut yang menggenangi daratan. Rob biasanya terjadi di daerah yang dekat dengan laut dan daratannya lebih rendah dari permukaan laut.

Terinspirasi dari hal itu, kelompok seni rupa Semarang membuat pameran seni, Art Map Rob. “Setiap bulan purnama atau setiap minggu, air pasti naik selutut. Nah, kita mengangkat rob itu jadi tema pameran,” papar Bogi, salah satu seniman dalam pameran.

Bertempat di Gedung Bank Jateng Purwokerto, karya seni 30 seniman se-Jawa Tengah dipamerkan di Art Map Rob. Karya seni yang dipamerkan beragam jenisnya.Tidak hanya karya seni lukis, ada juga seni instalasi, fotografi, komik, dan video art yang dipamerkan.

Pameran yang diadakan tanggal 18-24 Januari 2014 ini merupakan rangkaian road show 5 kota. Purwokerto menjadi kota ketiga setelah Jakarta dan Semarang. Kota selanjutnya yang akan didatangi adalah Pekalongan dan Surabaya.

Melalui karya seni, di pameran ini para seniman ingin mengedukasi masyarakat mengenai karya seni dan juga rob. Selain itu, ada semacam kritikan yang disampaikan seniman agar ada jalan keluar untuk masalah rob di Semarang. (Sucipto)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan