Duel Tim Sastra di Final “Fisip Cup”

Lana (ke dua dari kiri) melakukan selebrasi sehabis mencetak gol.
Lana (ke dua dari kiri) melakukan selebrasi sehabis mencetak gol.

PURWOKERTO–Tribun penonton Stadion Soesilo Soedarman Unsoed dipenuhi puluhan mahasiswa, Jumat (5/4) sore. Mereka adalah mahasiswa sastra Inggris dan mahasiswa sastra Indonesia. Mereka datang untuk memberi semangat tim sepak bola masing-masing Prodi dalam pertandingan final FISIP Cup.

Tim sastra Inggris yang merupakan juara grup B bertemu dengan juara dari grup A, yaitu Sastra Indonesia. Babak pertama dilalui kedua tim dengan permainan yang cukup imbang. Beberapa kesempatan untuk membobol gawang lawan tidak membuahkan gol pada putaran 35 menit pertama. Babak pertama berakhir imbang, 0-0.

Pada babak ke dua, duel tim sepak bola sastra ini mulai memanas. Kedua tim meningkatkan tempo permainan. Penonton semakin riuh melihat keadaan tersebut. Akhirnya kedudukan berubah di pertengahan babak ke dua. Dua pemain depan sastra Inggris, Lana dan Rizal berhasil membobol gawang sastra Indonesia. Sastra Inggris unggul sampai pertandingan berakhir dengan kedudukan 2-0.

“Alhamdulillah, kami cukup gembira bisa menang,” ucap Awi, kapten tim sastra Inggris. Tim yang mengenakan kostum merah muda-hitam ini merayakan kemenangannya dengan bersorak dan mengangkat tinggi piala kemenangan. Awi berharap, dengan kemenangan ini sepak bola sastra dapat semakin berkembang. “Semoga sepak bola sastra selanjutnya semakin maju dan bisa bersaing dengan jurusan atau fakultas lain,” ungkapnya. (Sucipto)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Penulis: Hasna Nailah Ramadhani Pada Senin (22/6/2026), aksi di depan gedung rektorat kembali diselenggarakan oleh Keluarga…

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Oleh: Maharani Yumna Identitas Film Judul : You Will Die in 6 Hours Sutradara : Lee…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Demi Gelar

Demi Gelar

Simfoni di Ambang Batas

Simfoni di Ambang Batas