Tujuh Puluh Mahasiswa Ikuti Diskusi Antikorupsi

PURWOKERTO-Rabu lalu (18/8) sekitar tujuh puluh mahasiswa aktif mengikuti Diskusi Publik tentang Antikorupsi di Auditorium Fakultas Pertanian. Sebagian besar peserta adalah mahasiswa fakultas Pertanian yang aktif berorganisasi maupun sedang melakukan aktifitas akademika.

Acara Diskusi Publik dengan tema “Mempertegas Status Kemerdekaan RI” diwarnai dengan pembahasan maraknya korupsi di negara ini. Acara tersebur merupakan kerjasama antara BEM-U dengan BEM FAPERTA yang merupakan akhir rangkaian acara BEM-U, dimulai dari adanya Pelatihan Anti Korupsi yang diadakan di Fakultas Ekonomi dilanjutkan berikutnya dengan Aksi (17 Agustus 2010) dan diakhiri dengan Diskusi Publik di FAPERTA (18 Agustus 2010).

Menurut Deni Irfansyah selaku ketua panitia diskusi publik, “memanfaatkan potensi momen hari kemerdekaan sangat tepat untuk acara ini. Tampak wajah gembira pada ketua panitia tersebut karena peserta cukup antusias dalam acara tersebut.

Dalam diskusi tersebut, Yudi Purnomo sebagai pembicara dari KPK menuturkan bahwa “Indonesia merupakan negara terkorupdi dunia pada 2009.” Penyebab korupsi adalah kebutuhan, sistem, dan kerakusan yang menyebabkan para penegak hukum, pejabat birokrasi, politisi, pengusaha, penguasa, dan masyarakat apatis melakukan “pencopetan dompet negara” dengan tak kenal lelah.

Beliau mempertegas bahwa sebagian besar penyebabnya adalah sistem yang salah. Berbagai peraturan malah memiliki konotasi – konotasi yang berbeda, sehingga “kesempitan dalam keluasan” tersebut dimanfaatkan oleh berbagai oknum untuk mengambil “sedikit” uang negara.

Kabupaten Banyumas pernah menjabat posisi nomor 5 sebagai kabupaten terkorup di Indonesia. Hasil rangking tersebut merupakan hasil penyelidikan Litbang KPK dalam hal pelayanan publik. Menurut Yudi Purnomo hal tersebut kurang membuktikan bahwa Kab. Banyumas termasuk kabupaten terkorup V, karena Badan Penyidik Korupsi (BPK) hanya bekerja sendiri tanpa meminta pendapat khalayak lain. (Dimas)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru