Mendiknas datang, disambut aksi mahasiswa

PURWOKERTO-Rabu (28/4) Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari beberapa ormas seperti HMI, FMN, KAMMI, GMNI, PMKRI, berkumpul di depan patung Jenderal Soedirman untuk menyambut kedatangan menteri pendidikan nasional Indonesia.

Aksi yang dipimpin Ebi dari FMN ini merupakan aksi tuntutan terhadap perbaikan pendidikan, khususnya di Unsoed. Teguran dari mahasiswa ini dilayangkan untuk Mendiknas, Muhamad Nuh yang datang khusus ke kota ini untuk melantik rektor terpilih Unsoed Prof. Edy Yuwono. Phd.

“Gerakan yang dilancarkan sejak pukul 10.00 pagi ini, rencananya akan dilanjutkan dengan aksi lanjutan pada pukul 14.00 di depan Gedung Soemarjito,” ujar koordinator lapangan, Ebi, disela-sela aksinya. Menurut Ebi, aksi ini dilakukan karena M. Nuh menteri pendidikan yang datang terlambat pada pelantikan rektor Unsoed, ternyata dari jauh-jauh hari telah mengadakan pertemuan guna membahas UU pengganti BOPP. “Ini merupakan bentuk liberalisasi pendidikan,” ungkapnya.

Mahalnya biaya pendidikan di Unsoed yang mencapai ratusan juta rupiah untuk tiap mahasiswanya ini cukup membuat gerah salah satu kalangan civitas akademika, yakni mahasiswa, yang notabenenya ingin meraih ilmu di kampus rakyat. Hal senada juga dituturkan salah satu paserta aksi, Didi.

Menurutnya, BOPP merupakan bentuk komersialisasi pendidikan yang tidak sesuai dengan universitas kita. Pada kenyataannya, ada mahasiswa Unsoed yang harus bersedia merogoh kocek hingga 250 juta ketika masuk menjadi akademisi di kampus ini.

Dalam aksi ini juga disampaikan pesan tentang BOPP yang merupakan bentuk komersialisasi pendidikan, harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan UU yang mewajibkan setiap warganya untuk mengenyam pendidikan. BOPP juga dianggap tidak sesuai dengan cita-cita luhur para pendiri Unsoed untuk mewujudkan pendidikan bagi masyarakat Banyumas khususnya yang ingin melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi.(Asty)

5 tuntutan perbaikan pendidikan:

1.Realisasi APBN dan APBD sebesar 20% diluar gaji guru, dosen dan karyawan

2.Penjaminan kesejahteraan tenaga pengajar dan karyawan UNSOED berdasarkan SHL (Standar Hidup Layak)

3.Penyediaan sarana dan prasarana tenaga pengajar guna meraih pendidikan yang berkualitas. Pendidikan guna terciptanya pemerataan kualitas pendidikan.

4.Buka akses pendidikan (pemerataan) pendidikan terjangkau, sarana dan prasarana.

5.Hapuskan pungutan-pungatan liar di PTN-PTN (Unsoed BOPP dan POM)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru