Oleh: Alda Dwi Safitri
Kepada dunia aku sampaikan
Padanan kata yang kudambakan
Kala hari perlahan berjalan,
dan sang aku berhenti tuk merayakan,
hari paling istimewa yang telah dinantikan,
oleh anganku seorang.
Gejolak batinku berkejaran tanpa ujung,
Dilema kutelan tanpa tangisan yang tak kusanjung
Antara kelap-kelip langit malam,
atau awan kelabu yang menutupi kelam
Menunggu empat angka nol bersebelahan
Bersama lagu-lagu menenangkan
Seolah mendukung kumpulan air mata ‘tuk berjatuhan
Kelap-kelip atau kelamnya malam tak lagi kupedulikan
Bersama diriku dalam pelukan nadi,
Kuucapkan serta mulia, hai manusia penyendiri
Sekarang waktunya kau tuk mementingkan diri
Bahagialah kau selalu, janji.
Apalagi yang aku tunggu
Ucapkan kata-kata indah pada sang aku
Peluklah ia di hari yang ditunggu,
Bersenang-senanglah, sayangku.
Ilustrasi: Manda Damayanti






