Oleh: Farah Fauziah Ilustrasi: Tsabita Ismahnanda P. Tersengal-sengal Matanya membeku lurus Langkahnya tenggelam dalam lumpur Tali mana yang harus diraih? Dingin menusuk wajah letihnya Bagaimana tidak? Bara di depan sana nyaris padam Hangatnya semu Kata mereka, itu belum seberapa Tapi mereka dan dia kan berbeda? Sedari kecil “takdirnya” begitu Pijakannya terlalu berlumpur Selalu, tinggal sejengkal saja Bisik lelah masih berdenyut Menggetarkan obsesi Mengantarkan ujung jari Hampir, itu semua akan selesai Tak apa kakinya perlahan menghilang Tenangnya dalam sendu Asal cahaya itu bisa diraih Sejengkal lagi, ia menjadi cahaya itu sendiri Editor: Ryu Athallah Raihan