Doktrin (tuk) Jadi Lelaki

Oleh: Nurul Irmah Agustina

Ilustrasi: Widyana Rahayu
Ilustrasi: Widyana Rahayu

Kaki ini terseok-seok muak

; seiring detik yang berdetak,

juga lambaian Ibu yang makin lenyap,

apalagi kidung kangen itu senyap.

Aku bagai pengembara, sementara Ibu

laksana peramal ulung yang lugu

“kau itu kuat layaknya Rahwana!”

 

Ibu gemar mendesak,

“kau itu tongkat keluarga! jangan lemah!

kau laki-laki, bukan tulang rusuk!”

dan aku nyaris ambruk berlutut.

tuk meneteskan air mata dosaku

pada telapak kaki Ibu.

 

Ibu sekala menyulam ideologi di kepalaku

agar aku jadi akar penyangga ranting adikku

dan kudu angkat kaki biar dunia tunduk

pada lelaki yang terpandang langgas, 

tapi sesak napas atas seribu tuntutan.

Bukan kejam, sekadar secuil keharusan

 

Sang logika, kebal perih, pelahap rasa

—asam, manis, pahit—nyaris menjeluak 

kala menguburnya dalam usus tak berujung.

Bersolek disebut banci, dekil disebut tak urus diri

lembut disebut lemah, garang bisa saja bablas

dengan epilog di jeruji besi.

 

Mata bisa sinis, meski nyatanya ingin menangis

dan hati ialah misteri, yang ingin bebas dari jeratan duri

atau bahkan berteriak “aku muak jadi lelaki!”

jika bisa, dan jika dunia tak peduli

bahkan tuk sekadar mencaci

Editor: Nur Laela

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Kunamakan: Kisahnya

Oleh: Muhamad Ade Ravi Bantingan pintu melenyapkan mimpi burukku malam ini. Dengan setengah sadar, lagi-lagi aku…

52 Hz

Oleh: Resty Assyfa Aku berenang menyusuri hamparan laut yang gelap, mengarungi rute panjang saat dunia terlelap.…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Modus Penipuan Berdalih Nazar Rugikan 7 Korban di Purwokerto, Penanganan Kasus Dipertanyakan

Modus Penipuan Berdalih Nazar Rugikan 7 Korban di Purwokerto, Penanganan Kasus Dipertanyakan

Proses Panjang Berujung Vonis Ringan, Keadilan Kasus Tahanan Politik Diperdebatkan

Proses Panjang Berujung Vonis Ringan, Keadilan Kasus Tahanan Politik Diperdebatkan

Puisi di Tengah Arus Teknologi: Bertahan atau Tenggelam?

Puisi di Tengah Arus Teknologi: Bertahan atau Tenggelam?

Ketika Ilusi Menjadi Kebenaran: Resensi Film Now You See Me

Ketika Ilusi Menjadi Kebenaran: Resensi Film Now You See Me

Suara Bumi Martabat Jiwa: Spiritualitas dan Kreativitas dalam Banyumas Gamelan Festival

Suara Bumi Martabat Jiwa: Spiritualitas dan Kreativitas dalam Banyumas Gamelan Festival

Audiensi Digelar, Mahasiswa Soroti Pasal Karet dalam Perjanjian Kerja Sama dengan Polda Jateng

Audiensi Digelar, Mahasiswa Soroti Pasal Karet dalam Perjanjian Kerja Sama dengan Polda Jateng