Makhluk Pendosa

Puisi oleh Linggar Putri P.

Ilustrasi: Linggar Putri Pambajeng
Ilustrasi: Linggar Putri Pambajeng

Mereka yang katanya berderajat tinggi

tak lupa pula menggendong kebusukannya.

Ah, bagaimana bisa

tubuh manusia tak terkoyak?

Padahal bau kekejian menggunung di dalam.

 

Lihat bayangan hitam pekat itu?

Apakah gerangan yang membuntuti mereka?

Kudengar, itulah dosa.

Tergeletak di atas bahu rapuh,

tak ada niatan untuk lepas.

Apakah dosa terus mengejar manusia?

Atau manusia yang memikul dosa?

 

Siapa manusia itu?

Ialah yang berbudi, namun juga,

lidahnya menghunus hati sesamanya,

bertindak kesana kemari.

 

Tapi, Tuhan tidak tidur,

dan  iblis pun boleh tertawa,

maka akan selalu ada yang melirik

kedunguan hakiki makhluk berakal itu.

Tibalah masa ia terperanjat,

menggigil akan beban penyesalan.

 

Sementara waktu tak menghentikan malam,

rasanya doa itu membekukan waktu.

Pelukan Tuhan menghangatkan raganya,

walau tangis ampunan tak tergerus.

 

Ingat, ada api di sana yang setia menanti.

Sang pendosa meracau, mengemis rahmat,

dan tampaknya Dia begitu pemurah.

Walau insan bernoda tak pernah tahu,

dan tak akan tahu takdirnya di masa purna.

Editor: Ryu Athallah Raihan

  • Redaksi

    beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

    Postingan Terkait

    Demi Gelar

    Oleh: Kania Nurma Gupita Bersama dia yang selalu di hati, Kopi hangat teman di malam sepi.…

    Simfoni di Ambang Batas

    Oleh: Dina Fitria Salsabila Di pelupuk matamu, euforia itu perlahan meluruh,  menjadi butiran keringat di atas…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Jangan Lewatkan

    Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

    Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

    “Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

    “Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

    Resensi Film You Will Die in 6 Hours

    Resensi Film You Will Die in 6 Hours

    Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

    Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

    Demi Gelar

    Demi Gelar

    Simfoni di Ambang Batas

    Simfoni di Ambang Batas