Aku Ingin Pergi, Tapi ke Mana?

Oleh: Haykal Kurnia Wira Pradana

Ilustrasi: Hasna Nazriah Khairunnisa
Ilustrasi: Hasna Nazriah Khairunnisa

Di sangkar ini, angin tak bernyanyi

Hanya dingin yang menyimpan luka

Teriakan melesat bagai gemuruh petir di langit

Membakar sunyi yang kupeluk erat

 

Raja dan Ratu kembali bersandiwara

Berlatar ruang tamu yang berantakan

Tirai malam menjadi saksi bisu

Piring dan gelas bersuara bak tepuk tangan yang merayakan nestapa

 

Pelukan hanyalah bayang semu

Dekapan yang hampa rasa

Dingin, menggema tanpa makna

Meninggalkan luka tanpa rupa

 

Aku bertanya pada jendela

Adakah tempat tanpa air mata?

Di mana tawa bukan kesalahan

Di mana sedih hanya angan angan

 

Aku ingin pergi, tapi ke mana?

Jika sangkar ini menelan cahaya

Dan dunia luar tertutup kabut

Adakah dunia yang sudi memanggilku pulang?

Editor: Manda Damayanti

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Genggaman yang Menyelamatkanku

Oleh: Dwi Melani Novitasari Aku pernah merasa tenggelam. Bukan di laut yang luas atau sungai yang…

Esok Tetap Datang

Oleh: Sakila Budi Febriana Ilustrasi : Muhammad Nur Siddiq Pagi buta alarm berbunyi Mata berat, badan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

Genggaman yang Menyelamatkanku

Genggaman yang Menyelamatkanku

Esok Tetap Datang

Esok Tetap Datang

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Cakap AI tapi Gagal PISA: Sudahkah Kita Benar-Benar “Bangkit”?

Cakap AI tapi Gagal PISA: Sudahkah Kita Benar-Benar “Bangkit”?