Toko Modern Menjamur, Pihak Terkait Berujar

Suasana saat diskusi. Foto: Wisnu F Setyadi
Suasana saat diskusi. Foto: Wisnu F Setyadi

PURWOKERTO-Pada 24 Juli lalu Pemda Banyumas telah menerbitkan MOU yang berisikan larangan pendirian Indomaret. Kenyataan yang ada di lapangan, Indomaret baru tetap bertebaran di Purwokerto dan sekitarnya. Indomaret ilegal tersebut tentunya sangat meresahkan publik. Lingkar Kajian Banyumas (LKB) bereaksi terhadap fakta tersebut dengan menggelar diskusi publik yang bertemakan “Menjamurnya Toko Modern di Banyumas” di Pendopo FISIP (15/10).

“Menjamurnya toko modern sangat merugikan masyarakat, pemerataan ekonomi akan timpang. Masyarakat sebagai objek pembangunan jelas tidak dilibatkan,” tutur Rama, koordinator LKB. Badan Pusat Statistik (BPS) yang menerbitkan data statistik pada Januari lalu menunjukan bahwa Purwokerto merupakan kota dengan peningkatan biaya hidup tertinggi di republik ini.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentunya berbanding lurus dengan kebutuhan, maka dari itu para pengusaha melihat pangsa pasar tersebut. Apalagi banyak pekerja dan mahasiswa yang tinggal (di Purwokerto-red),” ucap Haryadi, Dosen Sosiologi yang turut menjadi pembicara. Selain karena kebutuhan yang semakin kompleks, terjadinya pergeseran budaya juga turut memberi pengaruh. “Indonesia itu terbuka terhadap budaya” terang Indra, Dosen FEB yang turut diundang. Mahasiswa tentunya bersikap terbuka akan budaya populer, seperti budaya belanja di toko modern, walaupun secara tidak langsung akan berdampak destruktif.

Ali Rokhman selaku dosen Administrasi Negara turut memberikan tanggapan. “Fenomena tersebut merupakan gambaran dari teori Broken Windows, awalnya hanya satu, namun karena adanya pembiaran menjadi sangat banyak,” tuturnya. Kabid Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas pun turut berargumen. “ Indomaret sangat terkenal dengan kebandelannya, kami tak mampu berbuat banyak,” paparnya.

Pemerintah Daerah Banyumas bukan tanpa sikap, Pemda sendiri telah mengambil tindakan dengan menggusur beberapa Indomaret yang bermasalah. “Sebenarnya aturan yang dikeluarkan sebagai wujud kebijakan akan selalu kalah karena fenomena global sangat dinamis,” tutup Ali Rokhman. Supriono)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

oleh: Muhammad Fatkhun Nafiq Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Soedirman Open Chess Tournament (SOCT) ke-5 pada…

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penulis: Fadila Nuraini Forum Mahasiswa Nasional (FMN) Purwokerto menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Masalah-Masalah Rakyat yang Tak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penjajah Berdasi

Penjajah Berdasi

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa

Relawan Gelar Duplik Amicus Curiae, Soroti Ketidakadilan Kasus Tahanan Politik di Banyumas

Relawan Gelar Duplik Amicus Curiae, Soroti Ketidakadilan Kasus Tahanan Politik di Banyumas