Aan Rohaeni : Mahasiswa Golput, Aneh

Pemilu 2014
Pemilu 2014

PURWOKERTO-Senin (24/3), Pemilihan umum akan dilaksanakan dua kali di tahun 2014. Pemilihan calon anggota dewan legislatif tiap daerah akan dilaksanakan pada 9 April 2014. Sedangkan pemilihan presiden dan wakil presiden akan dilaksanakan pada 9 Juli 2014 serentak di seluuh Indonesia.

Menjelang Pemilu, reaksi masyarakat bermacam-macam. Ada yang ikut berpartisipasi mengkampanyekan agar memilih ketika Pemilu, ada yang acuh, bahkan ada yang menolak sistem Pemilu, begitu juga mahasiswa.

Ada kelompok yang kecewa dengan sistem demokrasi, dan mengajukan sistem baru. Salah satunya adalah Hizbut Tahrir Indonesia. “Tinggalkan demokrasi rusak dan merusak, ganti dengan khilafah,” begitulah judul press release yang mereka sebar saat aksi di PKM Unsoed, Rabu (19/3).

Pada hari yang berbeda, aliansi BEM Unsoed mengajak masyarakat untuk meramaikan pesta demokrasi Indonesia, Jumat (21/3). Aksi yang bertajuk funwalk pengawalan pemilu 2014 itu mengajak masyarakat untuk meluangkan waktunya memilih untuk Indonesia lima tahun ke depan. “Lima menit nyoblos, untuk Indonesia lima tahun mendatang,” begitulah kalimat yang terpampang dalam spanduk yang mereka bawa.

Aan Rohaeni, ketua KPUD Banyumas, berharap banyak kepada mahasiswa dalam pemilu. Sebagai kaum terdidik, Aan berharap mahasiswa ikut berpartisipasi dalam pemilu. “Kalau memang mahasiswa merasa bagian dari anak bangsa, mestinya memiliki rasa tanggung jawab untuk sama-sama memilih untuk menentukan pemimpin kita lima tahun kedepan,” jelasnya.

Ia juga menyayangkan mahasiswa yang memilih sikap sebagai golongan putih (Golput). Sebagai bagian yang sering mengkritisi kebijakan, ia berharap mahasiswa turut ambil bagian untuk melakukan perubahan dalam Pemilu. “Mahasiswa itu kan paling sering mengkritik, tetapi ketika mereka diberi kesempatan untuk melakukan perubahan, mereka tidak ambil. Jadi aneh malah kalau mahasiswa yang kritis tidak memilih,”katanya. (Sucipto)

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Menyoal Evaluasi dan Tata Kelola LPPM Unsoed Pascaprotes Materi Pembekalan KKN

Penulis: Andika Brilyan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (LPPM Unsoed) menyelenggarakan pembekalan…

Di Balik Perubahan Hasil Lomba Tari Peksimitas: Polemik, Mediasi, dan Evaluasi Transparansi

Penulis: Lovely Mozza Permata Moty Nurhamidin Perubahan hasil kejuaraan dalam cabang tari pada ajang Pekan Seni…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Resensi Novel Reset: Rahasia, Dendam, dan Kesempatan Kedua yang Gagal

Resensi Novel Reset: Rahasia, Dendam, dan Kesempatan Kedua yang Gagal

(500) Days of Summer: Mengapa Kita Sering Salah Paham Soal Cinta?

(500) Days of Summer: Mengapa Kita Sering Salah Paham Soal Cinta?

Menyoal Evaluasi dan Tata Kelola LPPM Unsoed Pascaprotes Materi Pembekalan KKN

Menyoal Evaluasi dan Tata Kelola LPPM Unsoed Pascaprotes Materi Pembekalan KKN

Di Balik Perubahan Hasil Lomba Tari Peksimitas: Polemik, Mediasi, dan Evaluasi Transparansi

Di Balik Perubahan Hasil Lomba Tari Peksimitas: Polemik, Mediasi, dan Evaluasi Transparansi

Tikus, Pohon, dan Aktivitas Pembangunan: Penyebab Listrik Kerap Padam di  Area Grendeng dan Karangwangkal

Tikus, Pohon, dan Aktivitas Pembangunan: Penyebab Listrik Kerap Padam di  Area Grendeng dan Karangwangkal

Gie: Tajam dalam Tulisan, Kritis dalam Pemikiran, Menolak untuk Bungkam

Gie: Tajam dalam Tulisan, Kritis dalam Pemikiran, Menolak untuk Bungkam