Dua Mahasiswi Undip Meninggal di Baturraden

Proses evakuasi bangkai bus Raharja 00.30 WIB
Proses evakuasi bangkai bus Raharja 00.30 WIB

PURWOKERTO–(5/11) Dua Mahasiswi Undip Meninggal di Baturraden akibat kecelakaan mobil, Minggu (4/11). Mereka adalah adalah Novita Lutfiatul Khoiriyah (19) asal Riau, dan Esti Ilma Zakiyah (18) asal Bekasi.

Novita dan Esti adalah peserta Seminar Nasional mengenai antibiotik yang diadakan oleh Forum Ukhuah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (FULDFK) Indonesia di Unsoed. Acara yang berlangsung dua hari ini (3-4/11) berjalan cukup lancar. Acara ini dihadiri oleh beberapa delegasi dari Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran di Indonesia. Kegiatan hari pertama adalah seminar nasional, kemudian hari ke dua merupakan acara kunjungan wisata ke Baturaden, Banyumas.

Hujan deras mengguyur Baturraden dan sekitarnya saat rombongan ingin kembali ke Unsoed seusai kunjungan. “Ketika berangkat, busnya aman-aman saja. Ketika awal turun pun fine, tapi ketika sampai di sekitar Rempoah busnya melaju cepat seprti remnya blong,” tutur Zuldi, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Bus Raharja bernomor polisi AB 2586 AC ini seperti hilang kendali. Beberapa pohon di ruas kiri jalan ditabraknya. Mobil dan motor yang berada di depannya pun ikut tertabrak. Bus yang membawa 34 penumpang ini hancur di bagian depannya. Sampai pukul 23.00 WIB (4/11) tercatat 5 orang tewas, 1 masih di ICU, dan sisanya luka parah.

“Sampai saat ini tercatat dua delegasi mahasiswa Undip, seorang supir bus, dan dua orang warga meninggal,” ucap Kepala Instalasi Forensik RS. Margono, Dr. Zaenuri, SPF. “Sekarang pihak RS Margono dan Unsoed sedang berkordinasi dengan Undip. Karena pihak Undip yang lebih mengerti seputar mahasiswanya, dan agar bisa menghubungi orang tua atau sanak keluarga korban,” tambah Dr. Zaenuri.

Setelah lama menunggu kabar dari keluarga dan pihak Undip, telah disepakati bahwa jenazah korban akan terlebih dahulu diantar ke Undip, lalu akan diantarkan oleh Undip ke pihak keluarga. Sebelum jenasah diantar ke Semarang jenazah disholatkan terlebih dahulu di loby ruang Instalasi Pemulsaran Jenazah RS Margono. Tampak Rektor Unsoed Edy Yuwono dan Pembantu Rektor III Unsoed Imam Santosa dalam jamaah sholat jenazah tersebut. (Sucipto/Syarif)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penulis: Farah Fauziah Sosialisasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode Juli–Agustus 2026 memicu…

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Penulis: Reny Diah Merriola Prosesi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode 2026–2030 telah mencapai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Atas dan Bawah

Atas dan Bawah

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

Genggaman yang Menyelamatkanku

Genggaman yang Menyelamatkanku