Pementasan Monolog Oleh Butet Kertarajasa

PURWOKERTO-Butet Kertarajasa seorang seniman teater mengadakan pementasan monolog bertajuk “Kucing Lebih Mulia dari Koruptor”. Pementasan monolog diselenggarakan di Gedung Soemardjito Unsoed pada Rabu (18/05). Acara ini merupakan rangkain terakhir dari roadshow Butet di Jawa tengah setelah sebelumnya menggelar pementasan di Solo, Salatiga, Semarang, Kudus, Pekalongan dan Tegal.

Lakon Monolog Kucing ini diadaptasi dari cerpen karya Putut Wijaya, namun direkonstruksi dan ditulis ulang oleh Agus Noor dan selanjutnya dikemas menjadi teater monolog dengan disutradarai Whani Dhamawan. Monolog ini dikemas sangat menarik dari segi sound, musik, dan dekorasi panggungnya. Sound yang digunakan sangat sempurna sehingga setiap penonton di segala sudut ruangan dapat menikmati setiap detail suara saat pertunjukan.

Ilustrasi musik dikemas sangat nyata oleh Djaduk Ferianto sehingga penonton dapat merasakan dan terbawa oleh latar nuansa monolog dan membuat pementasan menjadi hidup. Dekorasi panggung yang minimalis namun cukup mewakili setiap pesan yang akan disampaikan juga mendapat pujian dari banyak penonton. Kesempurnaan itu menjadi satu ditambah dengan sang aktor, Butet yang sangat menjiwai setiap peran dalam monolognya membuat penonton terhibur dan berdecak kagum.

Kritik sosial melalui simbolitas peristiwa dan tokoh dalam lakon kucing banyak mewarnai jalannya pementasan. Penyajian kritik secara ringan dan dibungkus lelucon khas Butet Kertarajasa membuat gelak tawa penonton memenuhi ruangan. Kritik sosial yang ditujukan wakil rakyat dan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

Antusiasme warga Purwokerto terhadap pementasan monolog Kucing sangat luar biasa. Terbukti jumlah penonton yang hadir merupakan penonton yang terbanyak diantara penonton yang hadir di kota-kota sebelumnya. Tidak hanya seniman teater atau pecinta sastra dan mahasiswa Unsoed saja yang menyaksikan monolog ini namun dosen dan masyarakat umum juga tidak mau ketinggalan. (Ubaid)

Reporter : Ubaid, Cipto, Ruri, Ratna

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Penulis: Reny Diah Merriola Prosesi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode 2026–2030 telah mencapai…

Usut Kasus Penganiayaan dan Kekerasan Seksual, Aliansi Mahasiswa Unsoed Geruduk Polresta Banyumas

Penulis: Andika Brilyan Aliansi Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar aksi mimbar bebas di depan Markas…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

Genggaman yang Menyelamatkanku

Genggaman yang Menyelamatkanku

Esok Tetap Datang

Esok Tetap Datang

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Cakap AI tapi Gagal PISA: Sudahkah Kita Benar-Benar “Bangkit”?

Cakap AI tapi Gagal PISA: Sudahkah Kita Benar-Benar “Bangkit”?

Antara Ambisi dan Eksploitasi Diri: Bahaya Hustle Culture bagi Anak Muda

Antara Ambisi dan Eksploitasi Diri: Bahaya Hustle Culture bagi Anak Muda