Minimnya Jumlah Guru Besar Unsoed

PURWOKERTO-Unsoed mendapat tambahan dua orang guru besar atau profesor, yakni Prof. Dr. Agus Suroso, MS dan Prof. Dr. Paulus Israwan Setyoko, yang ditetapkan pada acara rapat senat terbuka pengukuhan guru besar, Kamis (28/4) lalu. Masing-masing mewakili Fakutas Ekonomi, sebagai guru besar ke 10 dengan bidang manajemen strategi ekonomi , dan Fakultas ISIP sebagai guru besar yang ke-4 dalam bidang kebijakan publik.

Saat ini Unsoed memiliki 46 orang profesor, namun 30 diantaranya telah memasuki masa pensiun sehingga kampus Soedirman hanya memiliki 16 orang profesor aktif. Padahal jumlah seluruh dosen terhitung hingga bulan April 2011 ini mencapai 1.011 orang, sehingga jumlah ideal profesor yang seharusnya dimiliki yakni 10% dari jumlah dosen atau sekitar 100 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Unsoed Prof. Drs. Edy Yuwono, P.HD di sela-sela penyampaian sambutan.

Minimnya jumlah guru besar yang dimiliki Unsoed, memaksa rektor periode ini untuk terus meng up-grade jumlah doktor di tiap fakutas. Seperti yang kita tahu, sebelum mendapat jabatan profesor, seorang dosen harus mendapat gelar doktor dari jenjang S3. Dan kemudian butuh beberapa proses dan persyaratan untuk menduduki jabatan sebagai profesor, salah satunya pengumpulan poin (didapat dari melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi) dan syarat administrasi.

Kedua hal ini yang menurut profesor baru FISIP, Paulus Israwan, menjadi hambatan untuk manambah jumlah profesor di Unsoed. Perlu peringatan dari pimpinan, jika Unsoed ingin benar-benar menambah jumlah profesornya. “Banyak doktor yang malas mengurus pengangkatan (untuk menjadi Profesor-red), malas mengumpulkan syarat administrasi. Perlu diberikan teguran, jika lebih dari tiga kali diberikan ancaman,” ungkap Paulus yang ditemui usai acara pengukuhannya.

Sementara itu, profesor asal Fakultas Ekonomi yang juga ditemui seusai acara mengungkapkan hal serupa, “Harus ada reformasi dalam peningkatan jumlah guru besar guna memperbaiki iklim yang kondusif di Unsoed seperti suasana akademik yang baik. Selain itu, perlu adanya peningkatan isentif bagi guru besar,” ungkap Agus Suroso.

Di sisi lain, adanya penambahan jumlah guru besar ini tentu disambut baikolehbseluruh civitas academica Unsoed membawa angin segar bagi kondisi internal lembaga. Seperti peningkatan kualitas lembaga, dengan mengembangkan hasil penelitian dalam disertasi, menjaga eksistensi lembaga, dan mendorong doktor-doktor lain untuk ikut memangku jabatan guru besar. Paulus Israwan mengakui akan ada perubahan dalam proses pengajaran untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya, seperti mempermudah mahasiswa untuk mengakses ilmu. (Dyan)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Makhluk Halus bernama Kucing

Makhluk Halus bernama Kucing

Tiny but Mighty: The Matilda Story

Tiny but Mighty: The Matilda Story

Lidah Sembap di Kampung Halaman

Lidah Sembap di Kampung Halaman