Oleh: Muhammad Fatkhun Nafiq
Hari pertama Soedirman Student Summit (S3) 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk mulai mengenal lingkungan kampus dan kehidupan perkuliahan. Antusiasme mahasiswa baru terlihat dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghadirkan prosesi penyambutan, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk bertemu dan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan fakultas.
Rangkaian hari pertama diawali secara khidmat melalui Sidang Terbuka Senat Universitas Jenderal Soedirman sebagai prosesi resmi penerimaan mahasiswa baru. Usai pembukaan resmi, suasana diisi dengan pemaparan berbobot lewat kuliah umum Wawasan Kebangsaan yang disampaikan Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda. Dalam pemaparannya, ia mengajak ribuan mahasiswa baru untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa, salah satunya melalui kebanggaan menggunakan produk-produk dalam negeri.
Antusiasme mahasiswa baru semakin membuncah saat memasuki sesi talk show bersama figur publik Cinta Laura. Dalam sesi yang interaktif tersebut, Cinta memotivasi para mahasiswa baru untuk berani menemukan passion, keluar dari zona nyaman, memegang teguh nilai-nilai hidup yang diyakini, serta menikmati setiap tahap proses selama menjalani kehidupan perkuliahan.
Tak berhenti di situ, panggung S3 2026 kian semarak dengan unjuk kebolehan dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsoed sebagai ajang perkenalan wadah pengembangan minat dan bakat di lingkungan kampus. Kemeriahan rangkaian utama hari pertama tersebut kemudian ditutup secara meriah lewat penampilan panggung dari Maliq & D’Essentials.
Bagi mahasiswa baru, rangkaian tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dari kehidupan mereka ketika masih duduk di bangku sekolah. Salah satunya adalah kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan program studi.
Bagi Fayaza Alia dan Irahidato Mutaza, mahasiswa baru asal Semarang dan Wonosobo, kesempatan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai fakultas dan daerah menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti rangkaian S3.
“Seru sih, karena kita juga banyak main-mainnya sama teman-teman, sama kakak pembimbingnya juga baik-baik, asik-asik semua. Terus rangkaian kegiatannya juga menurut aku ya seru, bervariasi gitu lah ya,” ujar Fayaza.
Sementara itu, Irahidato menilai rangkaian S3 cukup padat dan sempat membuatnya merasa bosan. Namun, pengalaman bertemu teman dari berbagai fakultas dan program studi membuat kegiatan tersebut tetap berkesan baginya.
Menurut keduanya, keberagaman mahasiswa menjadi salah satu hal yang membedakan pengalaman S3 dengan kehidupan mereka ketika masih di bangku SMA. Mereka bertemu mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk dari luar Pulau Jawa. Selain lingkungan pertemanan, kehidupan perkuliahan juga mulai memperkenalkan mereka pada tuntutan untuk lebih mandiri dalam mencari informasi.
Pengalaman beradaptasi juga dirasakan Naisila Prameswari Surya, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran asal Maluku. Perbedaan lingkungan antara Maluku dan Jawa membuatnya perlu menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya di Purwokerto.
Naisila mengaku rangkaian S3 membantunya beradaptasi sebelum memulai perkuliahan secara langsung. Salah satu kegiatan yang paling membantunya adalah Focus Group Discussion (FGD), baik secara daring maupun luring, karena melalui kegiatan tersebut ia dapat berkenalan dengan mahasiswa dari berbagai fakultas.
“Jujur iya sangat terbantu sekali, untuk beradaptasi sebelum kuliah langsung nanti,” ujar Naisila.
Meski demikian, pengalaman mengikuti S3 tidak serta-merta membuat mahasiswa baru merasa telah mengenal seluruh lingkungan Unsoed. Fayaza dan Irahidato menilai luasnya lingkungan kampus membuat proses pengenalan membutuhkan waktu lebih panjang.
“Belum, jujur belum sih. Karena Unsoed sangat luas, sangat banyak ragamnya, jadi kayaknya kalau hanya di S3 itu belum bisa buat mengenal masing-masing,” ujar mereka.
Keduanya berencana melanjutkan proses adaptasi melalui berbagai kegiatan mahasiswa, seperti UKM, organisasi, kepanitiaan, dan kegiatan lain di lingkungan kampus.
S3 sebagai Gerbang Awal
Pengalaman tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan S3 2026. Project Officer S3, Alin Hasya Yondy Qinthara, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai langkah awal mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan perkuliahan sekaligus membangun relasi.
“Untuk tujuan utama dari S3 di tahun ini tentunya sebagai awal mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan perkuliahan dan mengenal bagaimana sih kehidupan perkuliahan di Unsoed, ada apa saja di Unsoed, gerbang awal mereka untuk mencari relasi baru.”
Alin menambahkan, S3 diharapkan memberikan pengalaman yang tidak hanya berkesan, tetapi juga bermanfaat bagi mahasiswa baru melalui berbagai rangkaian kegiatan, termasuk talk show.
Tahun ini, Unsoed menerima 9.985 mahasiswa baru. Jumlah tersebut membuat penyelenggaraan S3 perlu menyesuaikan koordinasi dengan jumlah peserta yang besar. Alin mengatakan panitia melibatkan ratusan mahasiswa sebagai pendamping untuk membantu mengoordinasikan mahasiswa baru.
Rangkaian S3 juga disusun dalam beberapa sesi dan kegiatan di tingkat fakultas. Panitia menambahkan aktivitas seperti talk show bersama mahasiswa sebaya dan games, sementara mahasiswa baru tetap mengikuti rangkaian utama di Graha Widyatama.
Menurut Alin, pembagian sesi menjadi pilihan yang disesuaikan dengan kapasitas tempat. Aktivitas di Graha maupun fakultas diupayakan tetap merata sehingga mahasiswa baru memperoleh pengalaman yang relatif setara.
Rektor: S3 Efektif Mengenalkan Kehidupan Kampus
Dari sisi universitas, Rektor Unsoed menilai rangkaian S3 efektif dalam membantu mahasiswa baru mengenal kehidupan kampus. Penilaian tersebut didasarkan pada evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya.
“Sementara ini hasil evaluasi dari yang tahun kemarin sangat efektif. Hanya saja, ini kompaknya luar biasa, Mas. S3 yang ikut jadi panitianya itu akeh banget, Mas.”
Menurutnya, keberhasilan S3 tidak hanya dilihat dari sisi efisiensi penyelenggaraan, tetapi juga dari kebersamaan antara mahasiswa yang terlibat sebagai panitia dengan mahasiswa baru.
“Tapi kita nggak evaluasi itu dari sisi efisiensi, tapi kebersamaan. Ya, semakin banyak yang ikut, semakin mereka mengenalkan dengan adik-adik mahasiswa, mudah-mudahan adik mahasiswa, mahasiswa baru, tambah semangat.”
Rektor juga menilai mahasiswa baru datang dari berbagai daerah dan memasuki lingkungan yang baru. Karena itu, pengenalan kehidupan kampus melalui rangkaian kegiatan S3 diharapkan dapat membantu proses adaptasi mereka.
Pada akhirnya, pengalaman mahasiswa baru menunjukkan bahwa S3 merupakan awal dari proses adaptasi, bukan titik akhir. Pertemuan dengan teman baru, kegiatan bersama, serta pengalaman mengenal lingkungan kampus menjadi bekal awal sebelum mereka menjalani kehidupan perkuliahan secara penuh.
Editor: Annisa Dwi Rahman
Reporter: Muhammad Fatkhun Nafiq, Azmi Layaliya Nauro, Artika Putri Kinanti, Jenii Rindi Afriska, Alya Martzalyanti








