Oleh: Yunita Salsabilla Fitriani
Ilustrasi: Abida Fitratussawa
Arang di dalam tungku itu nyaris padam
Asapnya menyelimuti pandang yang mulai buram
Kau menatap sisa abu yang berserakan
Meratapi kehangatan yang telanjur karam
Kalimat-kalimat itu berhamburan
Riuh pongahnya merubung ruang yang kian menyempit
Menguliti marwah yang kau tenun sejak lama
Memaksa jiwa ringkihmu menelan sakit
Sesuatu yang retak mulai mencari muara
Mengikis waras hingga napas kehilangan jedanya
Sekat-sekat batin melunak lunglai
Ikut menangis, meratapi sendi yang telanjur patah
Kini setiap pintu yang kau ketuk terasa terkunci
Menyisakan senyap yang dipenuhi benci
Kau dibiarkan tersesat bersama trauma
Mengasuh luka yang tak lagi memiliki pembela
Di atas sajadah, kau luruhkan segala beban
Hanya kepada Pemilik Semesta, segala getir dikembalikan
Meniti ujung waktu tanpa menuntut jawaban
Hanyut bersama takdir yang menggariskan jalan
Editor: Andika Brilyan







